43 Juta Benih Lobster Telah Diekspor, Perusahaan yang Terseret Suap Edhy Prabowo Untung Besar

Eddy Prabowo di Komisi IV DPR RI, Selasa (7/6/2020). - Istimewa
04 Desember 2020 15:27 WIB Edi Suwiknyo News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - PT Aero Citra Kargo (ACK) diduga memonopoli jasa pengangkutan ekspor benih lobster yang memicuĀ suap kepada eks Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo.

Data dari Ditjen Bea Cukai (DJBC) menunjukkan sejak dibukanya keran ekspor benih lobster atau benur, para eksportir telah mengekspor sekitar 43 juta benur ke berbagai negara.

Importir terbesar benih lobster asal Indonesia adalah Vietnam sekitar 42,18 juta, 84.226 ekor benih diekspor ke Hongkong, dan sebanyak 20.185 ekor benih diekspor ke Taiwan.

Artinya jika harga angkut satu ekor lobster senilai Rp1.800, jumlah ketuntungan yang didapatkan oleh PT ACK dalam eksportasi benih lobster bisa mencapai Rp77,4 miliar dari ekpsor tersebut.

"Itu dari data yang ada di kami," kata Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga DJBC Syarif Hidayat melalui seorang stafnya yang dikutip JIBI, Jumat (4/12/2020).

Bea Cukai memastikan terlepas dari kasus korupsi yang sedang disidik KPK dari sisi administrasi, eksportasi benih lobster sudah memenuhi ketentuan. Termasuk keberadaan PT ACK yang merupakan perusahaan ekspedisi yang mengangkut benih lobster ke luar negeri.

"Biasanya kalau sudah melakukan ekspor itu tercatat di sistem kita," imbuhnya.

KPK telah menangkap tangan eks Menteri KKP Edhy Prabowo dalam dugaan suap eksportasi benur.KPK menetapkan 7 orang tersangka dalam kasus tersebut.

Mereka adalah Edhy Prabowo, Staf kgusus Menteri KKP Syafri, Andreu Pribadi Misanta, Pengurus PT ACK Siswadi, Staf Istri Menteri KKP Ainul Faqih, dan Amiril Mukminin sebagai penerima suap.

Sementara itu sebagai pemberi suap, KPK menetapkan Suharjito yang merupakan Direktur PT DPP sebagai tersangka.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia