Advertisement
Demi Kendalikan Ekonomi, Kim Jong Un Tembak Mati Pedagang Valas
Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un bersiap sebelum kembali ke negaranya di stasiun kereta di Vladivostok, Rusia, Jumat (26/4/2019). - Bloomberg/Andrey Rudakov
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pucuk pimpinan Korea Utara Kim Jong Un mengeksekusi pedagang mata uang yang dinilai melakukan tindakan keras di pasar valuta asing.
Agen mata-mata Korea Selatan menuturkan bahwa Kim Jong Un ini memperkuat cengkeramannya atas ekonomi. Meskipun tidak masuk akal, eksekusi ini merupakan bukti keseriusannya untuk berjuang menjaga perekonomian negara.
Advertisement
Mengutip dari Financial Times, Kim Byung-kee, anggota komite intelijen Majelis Nasional Korea Selatan mengatakan eksekusi tersebut merupakan serangkaian tindakan yang tidak masuk akal oleh Kim Jong Un.
“Eksekusi tersebut sejalan dengan apresiasi hingga 20 persen dari won Korea Utara terhadap dolar AS dalam beberapa bulan terakhir, salah satu pergerakan terbesar dalam beberapa tahun,” seperti dikutip pada Senin (30/11/2020).
Perubahan mendadak itu menyoroti meningkatnya ketidakstabilan dalam ekonomi, membuat Pyongyang khawatir.
Aksi Kim Jong Ung mendapat komentar dari pakar ekonomi. Analis pasar mengatakan apresiasi mata uang lokal mengikuti tindakan keras pada transaksi berbasis dolar karena Pyongyang memperkuat kendali ekonomi setelah bertahun-tahun liberalisasi pasar.

Andrei Lankov, seorang ahli Korea Utara di Universitas Kookmin di Seoul, mengatakan telah ada tanda-tanda perubahan signifikan dalam situasi mata uang sejak Oktober 2020, setelah bertahun-tahun adanya stabilitas keuangan yang luar biasa.
Lankov menambahkan bahwa eksekusi menjadi peringatan kepada publik tentang bertindak melawan arahan rezim atas penggunaan mata uang asing. Menyusul revaluasi mata uang mendadak yang dahsyat di Pyongyang pada tahun 2009, mata uang asing telah digunakan secara luas dalam perdagangan perbatasan dan transaksi pasar swasta, terutama dolar AS dan renminbi China.
Pandemi virus corona di Pyongyang telah membuat negara tersebut melakukan lockdown. Bahwa Pyongyang belum secara terbuka mengonfirmasi kasus Covid-19 setelah menerapkan lockdown. Namun, klaim nol infeksi telah ditanggapi dengan skeptis oleh para ahli dan pejabat internasional.
Tindakan keras terhadap pedagang valas dan pengetatan kontrol atas pasar mata uang terjadi saat Kim berjuang melawan kejatuhan ekonomi dari pandemi dan penurunan selanjutnya dalam perdagangan dengan China. Tantangan-tantangan ini diperparah dengan sanksi ekonomi yang melumpuhkan dan topan yang menghancurkan serta banjir tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Patroli China di Laut China Selatan Ancam Energi RI
- Wisatawan Lumajang Tersambar Petir, Satu Tewas di Pantai Bambang
- Gempa M 6,5 Guncang Maluku Barat Daya, Warga Berhamburan
- Iran Batasi Selat Hormuz, Ini Negara yang Diizinkan Melintas
- Kualitas Udara Jakarta Memburuk saat Arus Balik, Kategori Tidak Sehat
Advertisement
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja 29 Maret, Cek Waktu Berangkat
- Akses Tol Jogja-Solo GT Purwomartani Ditutup Sementara, Ini Alasannya
- Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini, Minggu 29 Maret 2026: Tarif Rp8.000
- Jadwal KRL Solo ke Jogja Hari Ini, Minggu 29 Maret 2026
- Sinergi Lintas Sektor Gedongtengen Bersihkan Jalan Letjen Suprapto
- Rumah Warga Pandes Bantul Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp80 Juta
- Prakiraan Cuaca Jogja Hari Ini, Berpotensi Hujan
Advertisement
Advertisement








