Indonesia Banjir Pujian Gegara Luhut Temui Bos IMF dan Bank Dunia

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sedang bertukar souvenir bersama Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva di Washington, AS, Senin (16/11/2020) - Kemenko Marves
19 November 2020 10:27 WIB Hadijah Alaydrus News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyempatkan bertemu dengan petinggi Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia dalam rangkaian kunjungannya ke Amerika Serikat.

Menko Luhut dan Managing Director IMF Kristalina Georgieva serta Presiden Bank Dunia David Malpass membahas banyak hal mengenai penanganan pandemi Covid-19, pemulihan ekonomi nasional, dan upaya Indonesia untuk menjaga dan memperbaiki kondisi lingkungan hidupnya. 

Kedua pejabat yang ditemui menyampaikan apresiasi atas langkah-langkah progresif yang telah dilakukan oleh Indonesia.

Baca juga: Desember, Vaksin Covid-19 Pfizer dan BioNTech Siap Digunakan

Namun secara khusus, IMF memuji Indonesia sebagai negara yang berhasil menerapkan disiplin fiskal yang baik, sehingga pada saat krisis bisa mengeluarkan stimulus tanpa meningkatkan beban hutang secara signifikan.

Sementara itu, Presiden World Bank menyampaikan bahwa dirinya senang bisa mendapatkan penjelasan mengenai UU Cipta Kerja, yang menurut dia akan memberikan manfaat yang besar bagi rakyat Indonesia

“Saya sangat senang bisa mendiskusikan Omnibus Law tentang Penciptaan Kerja dengan Menteri Pandjaitan - implementasinya akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Indonesia” sebut David Malpass.

Baca juga: Panitia Pernikahan Putri Rizieq Shihab Diperiksa

Di AS, Menko Luhut juga bertemu dengan USTR Robert Lighthizer.

Menko Luhut menyampaikan terima kasih atas kerjasama yg baik sehingga GSP Review dapat diselesaikan dengan baik.

Perpanjangan GSP itu memberikan peluang bagi lapangan kerja dan kesempatan bagi banyak sekali UKM di Indonesia.

Lighthizer menyampaikan dirinya senang atas kerjasama yang baik dalam proses negosiasi. Semula dirinya memperkirakan pencabutan GSP yang dilakukan kepada India dan Turki juga akan dilakukan kepada Indonesia.

Tapi karena kerjasama yang baik, justru hal ini dapat diselesaikan dengan baik.

Dirinya juga menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia akan selalu menjadi mitra strartegis bagi AS dalam ekonomi maupun geopolitik sehingga berharap pembicaraan yang lebih luas dan strategis dapat dilakukan kemudian hari.

Sumber : Bisnis.com