Advertisement
Tokopedia Umumkan Google dan Temasek Jadi Pemegang Saham Baru
Karyawan beraktivitas di dekat logo Tokopedia di Jakarta, Selasa (28/1). - JIBI/Bisnis.com/Himawan L Nugraha
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Tokopedia resmi mendapatkan pemegang saham yang baru yakni Google dan Temasek Holding Pte. Merapatnya dua pemodal tersebut diumumkan oleh CEO Tokopedia William Tanuwijaya lewat akun Instagram, Senin (16/11/2020).
“Kami sangat senang menyambut Temasek dan Google sebagai pemegang saham Tokopedia. Kami merasa terhormat dan berterima kasih atas kepercayaan dan dukungan mereka terhadap Tokopedia dan Indonesia,” demikian ditulis William.
Advertisement
Lebih lanjut, dia mengatakan kerja sama tersebut akan bisa mendorong terwujudnya cita-cita Tokopedia untuk menjadi perusahaan yang kuat dan berkelanjutan untuk mengakselerasi transformasi digital dan melakukan pemerataan ekonomi melalui teknologi di Indonesia.
Mengenai besarnya jumlah dana yang disuntikkan oleh Temasek dan Google, William tidak menyampaikannya. Namun, pada pekan terakhir Oktober lalu, kedua perusahaan diberitakan itu telah menyepakati perjanjian penyuntikan dana sebesar US$350 juta ke perusahaan startup tersebut.
Jumlah dana tersebut berada di bawah perkiraan pada pemberitaan Bloomberg pada Juli sebelumnya di kisaran US$500 juta hingga US$1 miliar.
Sebelumnya, Tokopedia dikabarkan tengah menjalin pembicaraan dengan sejumlah perusahaan raksasa di bidang teknologi Amerika Serikat seperti Facebook, Microsoft, dan Amazon.com.
Pendanaan dari Google dan Temasek ini sekaligus menjadi sinyal kepercayaan investor terhadap salah satu platform e-commerce terbesar di Indonesia tersebut. Sebelumnya, Tokopedia juga menikmati tren kenaikan seiring dengan pandemi virus corona.
Perusahaan ini juga mendapatkan pendanaan dari penndiri SoftBank, Masayoshi Son, dan Co-Founder Alibaba Group Holding Ltd, Jack Ma.
Di tengah masa pandemi, platform ecommerce seperti Tokopedia, Laza Group SA yang dimiliki Alibaba, serta unit usaha Sea Ltd, Shoppee, bersaing dengan ketat untuk melayani jutaan orang yang harus melakukan belanja secara daring karena pandemi virus corona yang berujung pada pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Studi dari Google, Temasek, dan Bain & Co menyatakan, Indonesia menjadi salah satu lahan pertempuran utama di bidang ecommerce. Nilai pasar e-commerce di Indonesia diperkirakan akan melonjak dari US$21 miliar pada 2019 menjadi US$82 miliar pada 2025 mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini, Minggu 29 Maret 2026: Tarif Rp8.000
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Prameks 28 Maret dari Jogja ke Kutoarjo, Ini Rinciannya
- Empat Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 28 Maret 2026
- Tabrakan Maut Lawan Truk Hino di Jalur Jogja-Wonosari, Pemotor Tewas
- Mobil MBG Dipakai Angkut Sampah, SPPG Langsung Ditutup
- Nelayan Bantul Hilang di Muara Opak, Motor Terparkir di Hutan Mangrove
- Prakiraan Cuaca Sabtu 28 Maret Hujan Ringan Merata di DIY
- Diguyur Hujan Deras, GT Purwomartani Sempat Ditutup Sementara
Advertisement
Advertisement







