Magelang Sesuaikan RAPBD 2021 dengan Kondisi Pandemi Covid-19

Bupati Magelang, Zaenal Arifin (kanan) saat menyerahkan RAPBD Kabupaten Magelang TA 2021 Kepada Wakil DPRD Kabupaten Magelang, Suharno (kiri), di Gedung DPRD, Senin (16/11 - 2020).
16 November 2020 16:37 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG- Pandemi Covid-19 berdampak pada semua sektor kehidupan. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Magelang melakukan penyesuaian dalam penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2021.

Bupati Magelang, Zaenal Arifin mengatakan kejadian luar biasa berupa Pandemi Covid-19 pada tahun 2020 ini berdampak signifikan terhadap aspek kesehatan, sosial masyarakat dan melemahnya perekonomian mikro maupun makro.

"Karenanya, eksekutif menyusun tema pembangunan tahun 2021 menjadi Penguatan Kesejahteraan Masyarakat dan Ekonomi Lokal," jelasnya, pada rapat paripurna RAPBD Kabupaten Magelang Tahun Anggaran 2021 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Magelang, Senin (16/11/2020).

Baca juga: Ini Protokol Kesehatan Wajib Sebelum dan Sesudah Berdagang

Penyusunan ini mendasar pada Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah dan Perturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2020 tentang pedoman penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah TA 2021. Zaenal menegaskan penyusunan RAPBD Kabupaten Magelang TA 2021 berpedoman pada hal tersebut disamping juga pada peraturan perundangan lainnya serta peraturan perundangan yang mengatur penanganan Covid-19.

Ia menyebutkan guna mewujudkan tujuan dan sasaran pembangunan yang sejalan dengan visi dan misi pembangunan Kabupaten Magelang tahun 2019-2024, maka tema pembangunan tahun 2021 adalah Peningkatan Kesejahteraan Melalui Pemerataan Infrastruktur Publik.

"Hal ini mengandung makna bahwa Pemerintah Kabupaten Magelang mempunyai komitmen besar untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera," kata Zaenal.

Baca juga: Kantor Disdukcapil Kulonprogo Ditutup, Warga Bisa Gunakan Pelayanan Online

Infrastruktur publik, katanya, dapat menjadi pendorong bagi pertumbuhan ekonomi baik melalui peningkatan aktivitas perekonomian masyarakat maupun untuk menarik adanya investasi yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, prioritas pembangunan Kabupaten Magelang tahun 2021 meliputi 10 program unggulan meliputi, pendidikan, kesehatan, penanggulangan kemiskinan, prioritas kehidupan beragama dan berakhlak mulia, pengembangan pertanian, pariwisata, dan usaha kecil dan menengah, sarana dan prasarana infrastruktur publik, birokrasi dan tata kelola pemerintahan, ketentraman ketertiban dan penanggulangan bencana, serta kepemudaan dan olahraga.

Secara ringkas, Zaenal menyampaikan mengenai Raperda tentang APBD Kabupaten Magelang TA 2021 diantaranya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) total sebesar Rp291,447 miliar, Pendapatan Transfer sebesar Rp2 triliun, lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp114 miliar. Seluruh pendapatan direncanakan sebesar Rp2,4 triliun.

Adapun Rencana Belanja Tahun 2021 sebesar Rp2,5 triliun, penerimaan pembiayaan sebesar Rp70 miliar (berasal dari SilPa TA sebelumnya), pengeluaran pembiayaan TA 2021 sebesar Rp5,7 miliar digunakan untuk penyertaan modal daerah. Atas perhitungan tersebut pembiayaan netto sebesar Rp64 miliar dapat digunakan untuk menutup defisit anggaran.