Demo Besar di Eropa Meluas, Biaya Hidup hingga Perumahan Jadi Pemicu
Demonstrasi meluas di Eropa sejak September 2026. Krisis pendidikan, biaya hidup, perumahan, dan ketidakpuasan terhadap pemerintah memicu aksi di sejumlah negar
Ilustrasi demokrasi./nigerianeye.com
Harianjogja.com, JAKARTA--Sebuah survei belum lama ini dilakukan untuk mengukur tren demokrasi di Indonesia.
Tren dukungan terhadap sistem demokrasi di Indonesia di masa Pandemi Covid-19 mengalami penurunan. Hal itu diketahui berdasar hasil survei teranyar yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia bertajuk \'Politik, Demokrasi, dan Pilkada di Era Pandemi\'.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan bahwa tren dukungan terhadap demokrasi di Indonesia di masa pendemi Covid-19 khusunya pada September 2020 mencapai angka 62,4 persen. Angka tersebut cenderung mengalami kemerosotan jika dibandingkan hasil survei pada Februari 2020 yang mencapai angka 72,9 persen.
BACA JUGA: Layanan BPJS Kesehatan di Masa Pandemi Dipermudah
"Ada penurunan dibanding bulan Februari, cukup lumayan turunnya," kata Burhanuddin dalam dalam sebuah diskusi virtual pada Minggu (24/10/2020).
Sementara itu, Burhanuddin mengungkapkan sebanyak 19,3 persen responden tidak peduli terhadap sistem pemerintahan apapun yang dianut Indonesia. Sedangkan, 11,1 persen responden menilai dalam keadaan tertentu bisa menerima sistem pemerintahan lain selain demokrasi.
"Jadi 62,4 persen responden seluruh Indonesia menyatakan bahwa walaupun tidak sempurna demokrasi adalah sistem pemerintahan terbaik. Ini kabar baik, bahwa terlepas dari situasi pandemi yang mendera, kita \'masih beriman\' kepada demokrasi. Ini bagus," ujar Burhanuddin.
Sebagai informasi Indikator Politik Indonesia melakukan survei sejak tanggal 24 hingga 30 September 2020 dengan sampel sebanyak 1.200 responden yang dipilih secara acak dan diwawancarai melalui telepon. Adapun margin of error kurang lebih sebesar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Demonstrasi meluas di Eropa sejak September 2026. Krisis pendidikan, biaya hidup, perumahan, dan ketidakpuasan terhadap pemerintah memicu aksi di sejumlah negar
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 31 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap setiap stasiun.
Borneo FC bermodal kemenangan 2-1 atas PSS Sleman jelang menghadapi PSIM Jogja pada pekan kedelapan Super League di Bantul.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 31 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Kemenhut menetapkan PT MAP dan PT GAP sebagai tersangka karhutla. Salah satunya merupakan perusahaan PMA asal Singapura.
KPK merespons kode RAMA dalam kasus Silmy Karim. Dalam dakwaan, disebut ada dugaan setoran Rp40 juta setiap pekan untuk seorang menteri.