Putusan MK Diikuti, MBG Dipisah dari Anggaran Pendidikan di APBN 2028
Kemenkeu memastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis dipisahkan dari anggaran pendidikan mulai APBN 2028 sesuai putusan MK.
Ingat Pesan Ibu, Jangan Lupa Pakai Masker./Antara
Harianjogja.com, BOYOLALI--Para tokoh masyarakat Kabupaten Boyolali terus menggencarkan kegiatan sosialisasi disiplin protokol kesehatan yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun (3M) untuk mencegah penyebaran COVID-19 di wilayahnya.
"Saya bertemu dengan para tokoh masyarakat di Kecamatan Mojosongo Boyolali, untuk memberikan edukasi warga di lingkungannya, soal disiplin protokol kesehatan dengan 3M agar penyebaran COVID-19 bisa ditekan," kata sesepuh PDIP Boyolali Seno Kusumoarjo, saat acara silaturahmi dengan para tokoh masyarakat Kecamatan Mojosongo, di Boyolali, Rabu.
Seno Kusumoarjo menegaskan acara silaturahmi tersebut permohonan dan inisiatifnya, bukan acara partai atau Badan Pemenang Pemilu, dan tidak ada sangkut-pautnya dengan pemenangan pasangan calon yang diusung PDIP. Namun, acara ini, murni silaturahmi para tokoh atau orang-orang yang dituakan di wilayah Kecamatan Mojosongo Boyolali.
"Kami tidak membicarakan soal kemenangan Pilkada Boyolali, tetapi kami bersama para tokoh masyarakat di Boyolali terus menerus tidak ada rasa bosan pada masa pandemi COVID-19, untuk mengedukasi warga dis ekitar agar COVID-19 mampu ditekan penyebarannya," kata Seno Kusumoarjo.
Bahkan, Seno Kusumoarjo berkomitmen untuk mencegah munculnya klaster-klaster baru penyebaran COVID-19, secara tegas memohon kepada Ketua DPC PDI Boyolali Paryanto, dan Paslon M Said Hidayat- Wahyu Irawan agar tidak mengadakan kegiatan kampanye pada Pilkada Boyolali.
"Saya sudah memohon pak Paryanto yang juga menjabat Ketua DPRD Boyolali, dan paslon Said-Irawan, tidak ada kegiatan kampanye Pilkada 2020, karena dikhawatirkan muncul klaster baru pada masa pandemi COVID-19," kata Seno.
Menurut Seno untuk apa melaksanakan kegiatan kampanye Pilkada 2020, kalau hanya memunculkan klaster-klaster baru COVID-19 di Boyolali. Apa senangnya paslon Said-Irawan dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupatoi Boyolali, jika warganya nanti terkena COVID-19.
Meskipun, dirinya menjadi sesepuh di Partai PDIP Boyolali, tetapi dirinya memohon kepada Ketua DPC PDIP Paryanto dan paslon, untuk pengertiannya tidak perlu kampanye. Yang terpenting sudah komunikasi dengan warga sebaik-baiknya, dan tidak perlu mengadakan rapat besar seperti kampanye di masa pendemi.
Selain itu, Pemerintah Pusat juga sudah mengambil kebijakan yang teruji dan efektif pertama selalu pakai masker. Pakai masker itu, tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga orang lain dari penyebaran virus.
"Masker sudah menjadi budaya kami, maka penyebaran COVID-19 akan semakin menurun. Bukan kayalan jika nanti di Boyolali menjadi zero COVID-19, jika masyarakat memahami semuanya," kata Seno.
Boyolali awalnya masih zero COVID-19, sedangkan daerah lain sudah heboh soal penyebaran virusnya. Pasien 01 COVID-19 di Boyolali kebetulan seorang pelayaran yang datang ke kampung, dan sejak itu, ada warga yang terjangkit.
Kendati demikian, Boyolali sekarang sudah mulai melandai kasus penularan, dan perkembangan data terkini, jumlah warga yang terkonfimasi positif COVID-19, ada 190 kasus yang terdiri dari pasien dirawat di rumah sakit 124 kasus dan isolasi mansiri 66 kasus.
Selain itu, Seno juga meminta kepada tokoh masyarakat atau kepala desa di lingkungannya masing-masing agar selalu memantaunya kondisi warganya jika ada gejala langsung dilaporkan ke Puskesmas atau Satgas COVID-19, agar ditidaklanjuti.
"Kami tidak ingin kejadian di Desa Pulutan Nogosari pada pekan sebelumnya, terulang lagi. Salah satu warganya yang positif COVID-19, dibiarkan kegiatan sehari-hari, sehingga menimbulkan klaster keluarga hingga 9 orang positif. Hal ini, jangan sampai terulang lagi," katanya.
Ketua DPRD Boyolali Paryanto mengatakan warga perlu diberikan pemahaman sehingga tidak perlu khawatir hadir untuk memberikan hak suaranya ke TPS-TPS pada Pilkada Boyolali 2020. Sehingga, partisipasi pemilih semakin baik dan meningkat dibanding pemilu sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemenkeu memastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis dipisahkan dari anggaran pendidikan mulai APBN 2028 sesuai putusan MK.
Rupiah menguat ke Rp17.795 per dolar AS. IKK Juli 2026 masih optimistis meski turun tiga bulan beruntun.
Kabupaten Klaten kembali menegaskan komitmennya sebagai salah satu daerah penyelenggara olahraga otomotif di Indonesia melalui Klaten International Motocross
BPA Kejagung menggelar lelang serentak 10–14 Agustus 2026 dengan potensi pemulihan aset negara mencapai Rp289,39 miliar.
Promosi digital dan sinergi swasta digenjot untuk mengejar target wisman. Namun, direct flight masih menjadi tantangan pasar jarak jauh.
RAPBD Sleman 2027 mengalokasikan belanja Rp3,55 triliun untuk enam agenda prioritas, termasuk kemiskinan, SDM, ekonomi, dan pemerintahan.