Doni Monardo: Penggunaan Hak Demokrasi Jangan Bahayakan Keselamatan

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo. ANTARA FOTO - Rivan Awal Lingga
09 Oktober 2020 19:57 WIB Media Digital News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengingatkan masyarakat yang terlibat aksi unjuk rasa untuk memperhatikan ancaman covid-19 yang sedang kita hadapi. Penggunaan hak demokrasi jangan sampai mengorbankan keselamatan diri dan juga kesehatan keluarga di rumah.

“Saya ingin mengingatkan, status darurat kesehatan masih berlaku. Masyarakat diminta untuk menjaga jarak dan menghindari kerumunan agar terhindar dari covid-19. Kalau sekarang banyak masyarakat mengabaikan protokol kesehatan, secara sengaja membuat kerumunan, maka mereka bukan hanya melanggar peraturan, tetapi membahayakan diri dan juga keluarga yang mereka sayangi,” kata Doni, Jumat (9/10/2020) di Jakarta.

Menurut Doni, kondisi yang kita sedang hadapi belum kondusif. Semua pihak diminta untuk menjalankan protokol kesehatan secara ketat karena kita sedang berjuang menurunkan angka penularan dan angka kematian. Terutama para dokter sedang berjuang keras untuk menyelamatkan warga yang terinfeksi covid-19.

“Tindakan untuk menciptakan kerumunan dalam jumlah besar dan mengabaikan protokol kesehatan akan menambah beban dokter dan tenaga medis yang sudah berjuang keras menyelamatkan kesehatan masyarakat,” ujar Doni.

Data yang diperoleh Satgas Penanganan Covid-19 menunjukkan, aksi unjuk rasa yang terjadi dua hari terakhir ini menimbulkan banyak kasus positif. Mereka yang diminta menjalani testing kedapatan positif covid-19 dan ini tentunya membahayakan diri mereka serta keluarga mereka kalau kembali ke rumah.

Ketua Satgas mengingatkan juga bahwa berbagai tindakan yang kita lakukan membawa tanggung jawab bukan hanya dunia, tetapi juga di akhirat. “Menurut pemahaman saya, sesuai dengan agama yang saya yakini, tindakan yang bisa membahayakan orang lain bukan hanya akan dimintai pertanggungjawaban di dunia, tetapi juga kelak di akhirat,” tutur Doni.