Kekayaan Miliarder Global Cetak Rekor Tertinggi di Masa Pandemi Covid-19

Foto ilustrasi - Freepik
09 Oktober 2020 07:57 WIB Reni Lestari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Di tengah krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19, kekayaan miliarder dunia mencapai rekor tertinggi berkat melonjaknya saham raksasa teknologi dan kesehatan.

Menurut studi oleh Bank UBS asal Swiss dan perusahaan akuntansi global PricewaterhouseCoopers, pada akhir Juli 2020, kekayaan kumulatif miliarder mencapai sekitar US$ 10,2 triliun. Jumlah miliarder pada akhir Juli juga meningkat menjadi 2.189, 31 lebih banyak dibandingkan 2017.

Namun, angka tersebut menutupi perubahan signifikan selama jatuhnya pasar saham pada Maret, yang menyebabkan beberapa orang terdepak dari jajaran orang terkaya dunia, sebelum rebound tajam pada saham teknologi dan kesehatan dimulai.

"Keberuntungan berpolarisasi ketika para inovator menempatkan teknologi menjadi salah satu pemimpin revolusi ekonomi saat ini," kata laporan itu, dilansir Kamis (8/10/2020).

Kekayaan miliarder turun 6,6 persen pada Februari dan Maret, sebelum naik kembali sebesar 27,5 persen antara April dan akhir Juli, terutama pada raksasa teknologi.

Sepanjang 2018, 2019, dan tujuh bulan pertama tahun 2020, kekayaan empat miliarder di sektor teknologi meningkat 42,5 persen, menempatkan kekayaan kumulatif mereka sekitar US$ 1,8 triliun. Miliarder sektor kesehatan mencatat peningkatan sebesar 50,3 persen, dengan kekayaan kumulatif diperkirakan mencapai US$ 658,6 miliar.

Sebagai perbandingan, kekayaan bersih miliarder di industri seperti hiburan, real estat, dan layanan keuangan hanya meningkat tidak lebih dari 10 persen.

Studi itu juga melaporkan, sekelompok kecil miliarder telah mempelopori inovasi dalam filantropi, sambil mengejar tujuan keberlanjutan di seluruh aktivitas perusahaan dan investasi mereka.

Sementara itu, untuk membantu mengatasi pandemi, para miliarder ini juga telah menyumbangkan sebagian dari kekayaannya. Sekitar 209 miliarder secara terbuka telah memberikan total US$7,2 miliar, baik dalam bentuk sumbangan uang, barang dan peralatan manufaktur, atau komitmen lainnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia