Advertisement
Vaksin Covid-19 Tak Jamin Kembalikan Kehidupan Normal
Virus Corona Rusia yang dikembangkan oleh Institut Penelitian Ilmiah Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya. - Xinhua/RDIF Rusia
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Sekelompok ilmuwan terkemuka menyatakan sekalipun vaksin Virus Corona bekerja efektif, akan tetapi kondisi normal belum akan terjadi pada musim semi atau Maret sampai Juni tahun depan.
Vaksin sering dianggap sebagai obat pamungkas yang akan mengakhiri pandemi Covid-19. Akan tetapi, sebuah laporan dari para peneliti yang dikumpulkan oleh Royal Society Inggris, menyatakan pihaknya harus "realistis" tentang apa yang dapat dicapai oleh vaksin dan kapan akan mengakhiri pandemi.
Advertisement
Baca juga: Kesehatan 25 Juta Anak Indonesia Terancam pandemi Covid-19
Mereka mengatakan pembatasan mungkin perlu "dikurangi secara bertahap", karena bisa memakan waktu hingga satu tahun untuk meluncurkan vaksin Covid-19.
Lebih dari 200 vaksin untuk melindungi diri dari Virus Corona sedang dikembangkan oleh para ilmuwan di seluruh dunia dalam proses yang berlangsung dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
"Vaksin memang menawarkan harapan besar untuk berpotensi mengakhiri pandemi, tetapi kami tahu bahwa sejarah pengembangan vaksin dipenuhi dengan banyak kegagalan," kata Fiona Culley, dari Institut Jantung dan Paru Nasional di Imperial College London seperti dikutip BBC.com, Jumat (2/10/2020).
Baca juga: WHO Akan Sebar 120 Juta Tes Cepat Covid-19, Indonesia Kebagian?
Ada optimisme, termasuk dari penasihat ilmiah pemerintah Inggris, bahwa beberapa orang mungkin mendapatkan vaksin tahun ini dan vaksinasi massal mungkin dimulai awal tahun depan. Akan tetapi, laporan Royal Society memperingatkan dibutuhkan proses yang panjang.
"Bahkan, ketika vaksin tersedia, itu tidak berarti dalam sebulan semua orang akan divaksinasi. Kita berbicara tentang enam bulan, sembilan bulan ... setahun," kata Nilay Shah, Kepala Teknik Kimia di Imperial College London.
"Tidak ada pertanyaan tentang hidup yang tiba-tiba kembali normal di bulan Maret," katanya.
Laporan itu mengatakan masih ada tantangan "besar" di depan.
Beberapa pendekatan eksperimental yang diambil, seperti vaksin RNA, belum pernah diproduksi secara massal. Selain itu, data uji coba awal menunjukkan bahwa vaksin memicu kekebalan, tetapi penelitian belum menunjukkan apakah ini cukup untuk menawarkan perlindungan lengkap atau mengurangi gejala Covid-19.
Charles Bangham, Ketua Imunologi Imperial College London, mengatakan: "Kami tidak tahu kapan vaksin Covid-19 yang efektif akan tersedia, seberapa efektif vaksin itu dan tentu saja, yang terpenting, seberapa cepat vaksin itu dapat didistribusikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- OTT Bupati Cilacap, 13 Orang Digelandang KPK ke Jakarta
- Aktivis KontraS Andrie Yunus Diserang Air Keras di Jakarta
- KPK Ungkap Pembagian Kuota Haji 2024 oleh Yaqut Cholil Qoumas
- Skandal Haji Eks Menag Yaqut: Kode T0, Bayar Rp84 Juta Bisa Berangkat
- Gugatan Kalah, KPK Jebloskan Mantan Menag Yaqut ke Rutan Merah Putih
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jersey Timnas dari Kelme Tuai Kritik, Disebut Mirip Baju Partai
- Rossi Sebut Marquez Sulit Dikalahkan dengan Motor Biasa
- Sekuel K-Pop: Demon Hunters Resmi Diproduksi Netflix
- Ketua Komisi A DPRD DIY Ajak Wujudkan Liburan dan Lebaran Aman di DIY
- Rumor Haaland ke Barcelona Dibantah Agen, Bahagia Bersama City
- Pesawat Pengisi BBM Militer AS Jatuh di Zona Konflik Irak
- Kasus Kuota Haji: Yaqut Diduga Terima Fee Percepatan
Advertisement
Advertisement









