Ini 3 Negara dengan Kasus Covid-19 Lebih dari 4 Juta Orang

Pekerja migran menunggu di terminal bus untuk pulang ke kampung halaman masing-masing, di Greater Noida, Uttar Pradesh, India, Jumat (29/5/2020). - Bloomberg/Anindito Mukherjee
05 September 2020 18:07 WIB Mia Chitra Dinisari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Hingga 5 September 2020, kasus positif Covid-19 di tiga negara tercatat sudah menembus 4 juta orang.

Negara itu adalah Amerika Serikat, Brasil dan yang terbaru adalah India.

Menurut data Worldometers, kasus positif covid-19 di AS bahkan sudah di atas 6 juta orang yakni 6,38 juta kasus.

Sementara di Brasil 4,09 juta orang, dan di India 4,02 juta. 

India telah menjadi negara ketiga di dunia yang melewati empat juta infeksi COVID-19, menetapkan rekor lonjakan harian baru dalam kasus pada Sabtu (5 September) karena krisis tidak menunjukkan tanda-tanda memuncak.

86.432 kasus baru membuat India menjadi 4.023.179 infeksi, ketiga di belakang Amerika Serikat yang memiliki lebih dari 6,3 juta dan hanya tertinggal dari Brasil dengan 4,1 juta.

Sementara itu, pemerintah telah melonggarkan pembatasan dalam upaya untuk menghidupkan kembali ekonomi, India sekarang memiliki jumlah kasus yang tumbuh paling cepat di dunia dengan lebih dari 80.000 kasus per hari dan jumlah kematian harian tertinggi di lebih dari 1.000.

Beban kasus negara itu telah berubah dari tiga menjadi empat juta hanya dalam 13 hari, lebih cepat dari Amerika Serikat dan Brasil.

Pandemi sekarang menyebar melalui daerah pedesaan yang memiliki fasilitas kesehatan yang buruk tetapi juga muncul kembali di kota-kota besar seperti Delhi dan Mumbai.

Negara bagian Maharashtra, termasuk Mumbai, telah menjadi pusat krisis di India sejak penguncian nasional diberlakukan pada Maret.

Ini masih menyumbang hampir seperempat dari kasus harian baru di seluruh negara 1,3 miliar.

Shamika Ravi, seorang profesor ekonomi dan mantan penasihat pemerintah yang mengikuti tren pandemi di India, mengatakan bahwa India "jauh dari" ke puncak dan Maharashtra harus menjadi "fokus" kampanye melawan virus corona.

"Tidak ada pengendalian COVID-19 di India tanpa mengendalikan wabah di Maharashtra," katanya di Twitter.

"Mengingat signifikansi ekonominya, Maharashtra akan terus mempengaruhi penyebaran infeksi di tempat lain di negara itu." Demikian dikutip dari channelnewasia.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia