Advertisement
Satgas Covid-19 Sebut Pandemi di Indonesia Kembali Mengkhawatirkan
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Profesor Wiku Adisasmito. - JIBI/Bisnis.com/Nancy Junita
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan pandemi Covid-19 di Indonesia kembali mengkhawatirkan. Sebelumnya, satgas sempat mengklaim berhasil mengendalikan penyebaran virus Corona penyebab Covid-19.
“Beberapa minggu terakhir terlihat peningkatan jumlah kasus secara signifikan dan ini semua tentu yang dulunya kita bisa kendalikan sekarang terjadi kondisi yang mengkhawatirkan,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers secara virtual melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (3/9/2020).
Advertisement
Dengan demikian, kata Wiku, Indonesia belum berhasil menekan dan mencegah penularan secara konsisten secara nasional. Hal ini menjadi tugas bagi seluruh lapisan masyarakat untuk selalu menjaga kedisplinan dalam menerapkan protokol kesehatan.
Dia melanjutkan bahwa ada 4 provinsi yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Mengutip data Kementerian Kesehatan, keempat provinsi ini berkontribusi 61,18 persen terhadap total kasus baru per hari secara nasional pada 3 September 2020.
Secara umum Ibu Kota mengalami peningkatan kasus baru setiap pekan. Sebanyak 5 dari 6 wilayah administratif di DKI Jakarta berstatus zona merah atau memiliki tingkat risiko penularan tinggi. Namun, angka kematian di wilayah ini terkendali di bawah rata-rata nasional, yakni 2,92 persen, sedangkan angka nasional 4,2 persen.
Kemudian penambahan kasus baru di provinsi Jawa Barat fluktuatif, tetapi cenderung meningkat. Per 3 September 2020, kasus harian di provinsi ini berkontribusi 6,57 persen terhadap total kasus harian nasional.
Sama seperti DKI Jakarta, tingkat kematian pasien Covid-19 di Jawa Barat tergolong terkendali, yakni 2,4 persen atau di bawah rata-rata nasional.
Pada periode yang sama Jawa Tengah dan Jawa Timur juga mengalami penambahan kasus secara fluktuasi. Namun, Jawa Tengah melaporkan penambahan kasus yang cenderung menurun, sedangkan Jawa Timur meningkat.
Wiku mengingatkan kedua provinsi tersebut memiliki pekerjaan rumah yang sama. Selain menekan penambahan kasus baru, Jateng dan Jatim juga perlu menekan angka kematian.
Pasalnya, dua wilayah ini melaporkan tingkat kematian di atas rata-rata nasional. Secara berurutan, tingkat kematian pasien Covid-19 di Jateng dan Jatim, sebesar 7,22 persen dan 7,07 persen.
“Kasus meninggal perlu menjadi perhatian agar bisa ditekan paling tidak sama dengan angka nasional,” tegas Wiku.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menilai kasus Covid-19 di Indonesia masih terkendali bila dibandingkan dengan kondisi negara lain. Namun, dia mencatat beberapa daerah terjadi peningkatan kasus yang signifikan.
“Indonesia masih terkendali dan ini yang harus kita jaga bahwa pengendalian manajemen Covid ini betul-betul masih dalam posisi terkendali,” kata Presiden Jokowi membuka rapat terbatas dengan para gubernur secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/9/2020).
Kendati Jokowi mengatakan virus Corona di Indonesia masih terkendali, tetapi dia meminta para kepala daerah memperhatikan data dan pergerakan statistik kasus di masing-masing daerah.
Presiden juga meminta para pimpinan daerah berhati-hati karena berbagai negara kembali terjadi tren peningkatan kasus positif, baik di wilayah Eropa dan kawasan Asia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Skandal Haji Eks Menag Yaqut: Kode T0, Bayar Rp84 Juta Bisa Berangkat
- Gugatan Kalah, KPK Jebloskan Mantan Menag Yaqut ke Rutan Merah Putih
- Hashim Djojohadikusumo Akan Pimpin Satgas Pembiayaan Taman Nasional
- Kapal Thailand Diserang di Selat Hormuz hingga Terbakar
- Friderica Widyasari Sari Terpilih Ketua OJK 2026-2031
Advertisement
Pro Kontra Dapur MBG di Banguntapan Bantul, Lurah: Mayoritas Setuju
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- BPJS Kesehatan Perkuat JKN di DIY Lewat Sinergi dengan Pemda
- BAZNAS DIY Siapkan 1.500 Paket Zakat Fitrah untuk Idulfitri 2026
- Pertamina Antisipasi Gangguan Pasokan Energi dari Selat Hormuz
- Rest Area Km 19 Tol Jogja-Solo Sediakan SPKLU untuk Pemudik
- Jalan Nasional Jateng-DIY Siap Sambut Mudik Lebaran 2026
- Jaksa Tuntut Ammar Zoni 9 Tahun Penjara di Kasus Sabu
- Mudik Lebaran 2026, Konsumsi BBM Bensin Diproyeksi Naik 12 Persen
Advertisement
Advertisement








