Api Melalap Pabrik Plastik di Salatiga Selama 4 Jam

Ilustrasi kebakaran. - Pixabay
29 Agustus 2020 03:17 WIB Imam Yuda Saputra News Share :

Harianjogja.com, SALATIGA – Kebakaran melanda pabrik pengolahan plastik, PT Indo Sakura Indah (ISI), di Jalan Lingkar Salatiga (JLS), Jumat (28/8/2020).

Akibat kebakaran itu satu orang pekerja mengalami luka cukup parah hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Puri Asih. Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Api berkobar cukup lama dan baru bisa dipadamkan pada pukul 14.00 WIB. Dengan demikian butuh waktu empat sekitar empat jam untuk menjinakkan api.

BACA JUGA : Setahun, 53 Kebakaran Terjadi di Bantul 

Tim pemadaman kebakaran sampai mengeluarkan tujuh unit mobil pemadam untuk menjinakkan api. Tak ketinggalan, dari pihak perusahaan juga turut membantu mengerahkan mobil pemadam kebakarannya untuk membantu petugas.

“Total ada tujuh mobil dari pemadam kebakaran yang dikerahkan tadi untuk memadamkan api,” ujar Kapolres Salatiga, AKBP Rahmad Hidayat, Jumat.

Rahmad mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran di pabrik plastik itu. Saat ini, tim Labfor dari Polres Salatiga telah melakukan penyelidikan terkait penyebab insiden itu.

Meski demikian, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari para saksi, kebakaran bermula saat pekerja tengah melakukan perbaikan di ruang oven pabrik. Tiba-tiba, ada oli yang bocor dari mesin tersebut dan terkena percikan api hingga menyebabkan kebakaran.

BACA JUGA : Gudang Mebel di Bantul Terbakar, Kerugian Rp10 Miliar

Rahmad menambahkan pihak kepolisian langsung melakukan pengawasan dan pengamanan begitu kebakaran itu terjadi. Hal itu dilakukan karena PT ISI terletak berdekatan dengan permukiman warga dan berada di kawasan industri, yang berdekatan dengan pabrik lain.

“Petugas dari Polres Salatiga dan Kodim langsung melakukan pengamanan agar tidak ada korban,” ujarnya.

Kapolres pun mengimbau kepada pemilik perusahaan di Salatiga agar lebih memerhatikan keselamatan kerja. Hal itu dilakukan guna meminimalisasi terjadinya kecelakaan kerja, termasuk kebakaran.

Sumber : JIBI/Solopos