Google Hapus Aplikasi Chrome pada 2028, Ini yang Perlu Diketahui
Google menghentikan dukungan aplikasi Chrome secara bertahap hingga Oktober 2028. Simak jadwal penghentian dan dampaknya bagi pengguna ChromeOS.
Dosen memantau sejumlah tugas perkuliahan secara daring, Sabtu (14/03/2020). /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JAKARTA - Kemendikbud berencana memberikan kuota pulsa gratis kepada siswa, guru, mahasiswa dan dosen.
Rencananya, subsidi kuota internet selama empat bulan, terhitung dari bulan September-Desember 2020. Siswa akan mendapat 35 gigabita (GB) per bulan, guru akan mendapat 42 GB per bulan, sedangkan mahasiswa dan dosen 50 GB per bulan.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan pemberian subsidi kuota itu berdasarkan adanya dana tambahan untuk Kemendikbud sebesar Rp7,2 triliun.
Kepala Biro Humas Kemendibud Evy Mulyani mengatakan saat ini mekanisme teknis pemberian masih dalam tahap finalisasi.
"Prinsipnya pemberian kuota dilakukan kepada siswa, guru, mahasiswa dan dosen yang nomornya telah melalui mekanisme verifikasi untuk menjaga integritas," katanya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia.
Dia menjelaskan pemberian kuota diberikan mulai dari bulan September hingga Desember.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Google menghentikan dukungan aplikasi Chrome secara bertahap hingga Oktober 2028. Simak jadwal penghentian dan dampaknya bagi pengguna ChromeOS.
Bitcoin sempat menembus US$87.200. Simak faktor pendorong penguatan dan imbauan bagi investor menghadapi volatilitas pasar kripto.
Kebakaran rumah di Sragen diduga akibat korsleting listrik. Uang Rp50 juta dan dua sepeda gunung hangus, dua anggota keluarga jadi korban.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.