Ekonom Wanti-Wanti Risiko BBM Subsidi Tak Tepat Sasaran
Ekonom ingatkan risiko pergeseran ke BBM subsidi usai Pertamax naik. Pemerintah diminta jaga subsidi tepat sasaran.
Ilustrasi kebakaran./Pixabay
Harianjogja.com, JAKARTA - Kebakaran melanda gedung Kejaksaan Agung, Sabtu (22/8/2020), malam. Pertistiwa itu terjadi di tengah Kejaksaan Agung sedang menangani sejumlah kasus hukum kelas kakap, seperti kasus BLBI terkait cassie Bank Bali yang menjerat Djoko Soegiarto Tjandra dan dugaan tindak pidana di PT. Jiwasraya (persero).
Itulah sebabnya, muncul harapan jangan sampai kebakaran yang terjadi pada waktu weekend tersebut melumat barang bukti kasus-kasus kelas besar itu.
Harapan tersebut, antara lain disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain melalui akun Twitter @ustadtengkuzul.
"Menurut beritanya gedungnya hampir roboh dimakan api. Semoga berkas korupsi Djoko Tjandra Cs dan lain-lain. Tidak Ikut terbakar. Amin..." kata Tengku.
Minta jangan berspekulasi
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin kepada media sebagaimana dilaporkan jurnalis Suara.com meyakinkan bahwa semua berkas dan alat bukti perkara yang disimpan di Kejagung aman-aman saja.
Baca Juga: Gedung Kejaksaan Agung Kebakaran
Burhanuddin meminta publik jangan membuat asumsi dan memberi kesempatan otoritas terkait melakukan penyelidikan terhadap penyebab kebakaran.
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD yang telah mendapatkan laporan perkembangan kasus kebakaran itu menambahkan ruang yang terbakar adalah ruang intelijen dan sumber daya manusia.
Melalui akun Twitter @mohmahfudmd, Mahfud meminta semua pihak jangan berspekulasi terlalu jauh mengenai motif peristiwa itu.
"Spekulasi juga tak perlu terlalu jauh dikembangkan. Gedung tahanan untuk para tersangka yang ditahan di Kejaksaan Agung juga ada di bagian lain yang tidak terjangkau oleh api," kata Mahfud.
Baca Juga: Penelitian: 98 Persen Pelepasan Nyamuk Wolbachia Tak Berisiko dan Kasus Demam Berdarah Berkurang
Mahfud mengatakan gedung tempat para tahanan berada telah mendapatkan penjagaan ketat dari aparat.
Mahfud juga meyakini semua perkara yang sedang diproses Kejagung tidak akan terganggu oleh adanya kebakaran.
Gubernur Jakarta Anies Baswedan yang memantau langsung proses penanganan kebakaran mengaku bersyukur si jago merah dapat segera ditangani petugas dan tak menimbulkan korban jiwa.
"Api sudah terkendali sekarang dalam proses untuk penuntasan. Tapi alhamdulillah tidak menyebar ke kawasan-kawasan lain. Sisi utara dari gedung berhasil dipadamkan dan operasi sejak awal menyelamat kan juga sisi selatan, jadi ada usaha untuk agar apa tidak menyebar ke sisi selatan gedung," kata Anies.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Ekonom ingatkan risiko pergeseran ke BBM subsidi usai Pertamax naik. Pemerintah diminta jaga subsidi tepat sasaran.
Bedah buku Homepower di Jogja tekankan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan dan dorong budaya literasi masyarakat.
UMKM Gunungkidul didorong manfaatkan media sosial untuk pemasaran digital guna meningkatkan omzet dan daya saing usaha.
Solusi Bangun Indonesia operasikan fasilitas ekspor semen di Tuban, targetkan pasar AS dan global.
PMII DIY mendorong mahasiswa memperkuat analisis kebijakan publik agar gerakan kampus lebih strategis dan berdampak bagi masyarakat.
PPDB Jogja 2026 disorot DPRD Kota Yogyakarta. Disdikpora diminta menutup celah titip KK dan memperkuat verifikasi data kependudukan.