Langkah Fajar/Fikri Terhenti, Leo/Daniel ke Final Asian Games 2026
Fajar/Fikri gagal ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Liang/Wang. Leo/Daniel melaju ke partai puncak.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, SURABAYA--Kabag Humas Pemeritah Kota Surabaya, Febriadhitya Prajatara mengatakan, pihaknya tetap bersyukur dengan pelabelan warna oranye terkait penanganan Covid-19 oleh BPNB Pusat.
Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sempat mengklaim Kota Surabaya sudah zona hijau. "Terkait itu (pelabelan) kan kewenangan dari BNPB pusat. Tapi yang jelas kita patut bersyukur bahwa Surabaya menjadi lebih baik sekarang terkait penanganan pandemi Covid-19 dan penularan sudah mulai terkendali," ujar Febri ditemui di kantornya, Rabu (12/8/2020).
BACA JUGA : Riwayat Perjalanan 4 Pasien Baru Covid-19 di DIY: Dari
Febri melanjutkan apapun label yang disematkan, Pemkot Surabaya tetap menjalankan disiplin protokol kesehatan tanpa sedikit melonggarkan.
"Bukan berarti dengan adanya perubahan status tersebut membuat Pemkot Surabaya melonggarkan, tidak," imbuhnya.
Febri menambahkan, ketika PSBB Surabaya Raya berakhir, pihaknya malah makin masif melakukan sosialisasi protokol kesehatan. Contohnya seperti sosialisasi masker ke kampung-kampung yang dilakukan langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Alhasil, penularan kasus Covid-19 di Surabaya bisa terkendali dan angka kesembuhan terus bertambah.
"Alhamdulillah, dengan dilakukan penerapan sanksi kemudian pendisiplinan protokol kesehatan baik di perusahaan, mal, pasar, maupun penambahan swab di tempat-tempat yang banyak kerumunan menghasilkan, bahwa (penularan Covid-19 di) Surabaya bisa terkendali seperti sekarang," ungkap dia.
Lebih lanjut, Febri mengungkapkan berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya bahwa hampir 90 persen pasien Covid-19 memiliki penyakit penyerta. Baik itu diabetes melitus, hipertensi, jantung maupun paru-paru.
BACA JUGA : Tragis, Pasien Covid-19 Bunuh Diri di Rumah Sakit Surabaya
Memang dari data Dinkes Surabaya hampir 90 persen yang terjangkit dari Covid-19 ini yang memiliki penyakit dahulu. Jadi dia itu sudah sakit duluan entah itu diabetes, atau hipertensi. Sehingga orang tersebut rentan tertular," papar dia.
Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara saat menjelaskan perihal pelabelan Surabaya terkait penangan kasus Covid-19, Rabu (12/8/2020). [Suara.com/Dimas Angga P]
Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara saat menjelaskan perihal pelabelan Surabaya terkait penangan kasus Covid-19, Rabu (12/8/2020). [Suara.com/Dimas Angga P]
Ia mengimbau kepada masyarakat, khususnya bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit, agar tetap disiplin menjaga protokol kesehatan. Mulai disiplin cuci tangan menggunakan sabun, pakai masker dan jaga jarak.
"Makanya itu protokol kesehatan pakai masker, cuci tangan, jaga jarak itu penting. Karena sudah banyak rekan-rekan kita yang kurang beruntung dengan pandemi ini," pungkas dia.
Untuk diketahui, dalam peta zonasi risiko pada laman website milik BNPB Pusat, saat ini Kota Surabaya telah berwarna oranye yang berarti risiko sedang terhadap kasus Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Fajar/Fikri gagal ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Liang/Wang. Leo/Daniel melaju ke partai puncak.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.