Jokowi Sebut Indonesia Kelebihan Bandar Udara Internasional

Sejumlah pesawat terparkir di bandara. (Bloomberg)
06 Agustus 2020 16:37 WIB Rinaldi Mohammad Azka News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Jadi sektor yang paling membuat laju pertumbuhan ekonomi negatif, bisnis pariwisata dan penerbangan dinilai Presiden Joko Widodo memerlukan perbaikan.

Presiden Joko Widodo Jokowi menyoroti penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. Namun, hal ini menjadi momentum bagi pemerintah memperbaiki sektor pariwisata dan penerbangan.

Dia mengevaluasi maskapai yang dinilai terlalu banyak. Menurut Presiden 30 bandara internasional yang dimiliki Indonesia saat ini terlalu banyak. Padahal, di negara-negara lain tidak seperti itu.

“Dan 9 persen lalu lintas terpusat hanya di empat bandara artinya kuncinya ada di empat bandara ini di Soekarno-Hatta di Jakarta, Ngurah Rai di Bali, Juanda di Jawa Timur, dan Kualanamu di Sumatra Utara,” ujarnya dalam unggahan Sekretariat Kabinet, Kamis (6/8/2020).

Selain itu, Jokowi mengajak jajarannya untuk berani menentukan bandara yang berpotensi menjadi internasional hub dengan pembagian fungsi sesuai letak geografis dan karakteristik wilayah.

Saat ini, menurut Presiden, ada delapan bandara internasional yang berpotensi menjadi hub dan superhub, yakni Ngurah Rai, Soekarno-Hatta, Kualanamu, Yogyakarta, Balikpapan, Hasanuddin, Sam Ratulangi, dan Juanda.

Terakhir, Jokowi menyampaikan bahwa untuk membuat sebuah lompatan pada sektor pariwisata, Indonesia memerlukan ekosistem pendukung yang terintegrasi dari hulu hingga ke hilir.

Menurutnya, seharusnya manajemen penerbangan, bandara, hotel, hingga industri kreatif lokal terintegrasi sehingga aktivita pariwisata dapat lebih kuat menahan jika tekanan semacam pandemi Covid-19 terjadi lagi.

Akibat pandemi Covid-19, sumber penghasilan masyarakat terganggu sehingga memengaruhi daya beli konsumen.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia