Kabar Duka, Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto Meninggal Dunia
Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto meninggal dunia, Pemkab Klaten sampaikan dukacita dan pantau kondisi di RSUP Dr. Kariadi.
Patok Tol Jogja-Solo di Klaten./JIBI-Solopos.com
Harianjogja.com, KLATEN - Lahan yang bakal dilewati Tol Solo-Jogja di sejumlah kecamatan di Klaten, Jawa Tengah, mulai dipasangi patok.
Pemasangan patok itu sudah dilakukan selama beberapa hari terakhir terutama di wilayah Klaten sisi utara seperti Kecamatan Delanggu dan Polanharjo.
Patok Tol Jogja-Solo itu berbentuk silinder berbahan peralon dengan bagian tengah dicor itu berderet di lahan pertanian serta tepi jalan.
BACA JUGA: MotoGP Malaysia Musim Ini Dibatalkan karena Covid-19
Ada patok yang dicat merah-putih serta patok berwarna kuning. Penampakan patok itu seperti yang terlihat di wilayah Desa Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo.
Salah satu warga Desa Glagahwangi, Sriyono, mengatakan pemasangan patok jalan tol Solo-Jogja itu dilakukan selama dua hari yakni Rabu-Kamis (28-30/7/2020). Patok dipasang persis di sejumlah bidang yang bakal terdampak tol.
"Pertama itu dipasang patok berupa bambu kemudian dipasang patok yang seperti saat ini. Sebelum memasang patok yang berwarna merah-putih itu, dari kejauhan ada yang bertugas melihat menggunakan alat seperti keker. Mungkin untuk memastikan lokasinya," jelas dia saat ditemui Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) di Glagahwangi, Kamis (30/7/2020).
Sriyono mengatakan patok dipasang pada lahan milik warga. Soal tujuan pemasangan patok itu, warga belum mengetahui.
Hingga kini, warga juga masih belum menerima sosialisasi rencana pembangunan jalan tol yang melintasi wilayah Glagahwangi.
Di Desa Kapungan yang berada di utara Glagahwangi, patok bercat merah-putih juga terlihat berderet di sawah. Diantara patok merah-putih terlihat patok bercat kuning.
Kepala Desa Kapungan, Rahim Fauzi, membenarkan pemasangan patok itu dilakukan untuk kepentingan rencana pembangunan jalan tol Solo-Jogja.
Sebelumnya ada petugas yang mendatangi kantor desa untuk memasang patok-patok tersebut. Petugas itu meminta ada perangkat desa yang ikut mendampingi pemasangan. "Pemasangan patok kali terakhir dilakukan Rabu [29/7/2020]," tutur dia.
Rahim menuturkan warga sudah diberi tahu mengenai pemasangan pasok jalan tol Solo-Jogja tersebut yang disampaikan ke masing-masing ketua RT.
Rahim mengatakan berdasarkan data calon bidang terdampak jalan tol Solo-Jogja, luas lahan yang terdampak di wilayah Kapungan sekitar 25 ha.
Ihwal rencana pembangunan jalan tol, Rahim menjelaskan pemerintah desa akan mendukung rencana proyek strategis nasional tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
KA Bandara YIA PSO melayani 865.187 penumpang sepanjang Januari-Juni 2026, didukung konektivitas antarmoda yang semakin terintegrasi.
Indonesia bertekad menjadi negara industri modern. Proyek LNG Abadi Masela dinilai penting untuk hilirisasi dan ketahanan energi.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa bertemu Sri Sultan HB X di Jogja, meresmikan program becak listrik dan menanggapi usulan tambahan anggaran IKN.
PBB dan IOM menyebut lebih dari 500 orang, mayoritas Rohingya, diduga tewas setelah dua kapal dilaporkan tenggelam di Myanmar.
Dewi Mlayu Deso 2026 digelar di Desa Wisata Pentingsari, Sleman, menghadirkan sport tourism, fun run, fun walk.