KKN PPM UII Kembangkan Desa Wisata Benowo Kabupaten Purworejo

Salah satu kegiatan KKN PPM UII di Purworejo, Jawa Tengah/Ist
28 Juli 2020 18:27 WIB Media Digital News Share :

Harianjogja.com, PURWOREJO--Sejumlah objek wisata di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah setelah memasuki masa pandemi Covid-19, telah dibuka kembali mulai Sabtu, 13 Juni 2020.

Untuk mengantisipasi persebaran covid-19 pada tahap awal pembukaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) menerapkan pembatasan-pembatasan bagi wisatawan sesuai protokol kesehatan.

Pembatasan terhadap kunjungan wisatawan seperti aturan jaga jarak dan pengaturan jumlah kelompok pengunjung serta terjaminnya pelaksanaan protokol kesehatan dengan melengkapi sarana dan prasaran berupa termogan, tadon air cuci tangan, serta APD standar untuk petugas.

Ketentuan penerapan protokol kesehatan diterapkan pada obyek wisata yang dikelola mandiri oleh desa atau komunitas dan obyek wisata yang merupakan fasilitas public.

Secara umum obyek wisata di Kabupaten Purworejo mengandalkan wisata berbasis alam seperti obyek wisata di Desa Benowo Kecamatan Bener. Desa yang terletak di kecamatan Bener dan berjarak 26 km dari kota Kabupaten Purworejo memiliki berbagai keindahan wisata di antaranya Gunung Kunir, air terjun, hutan pinus, wisata edukasi, dan spot sunrise dan sunset yang sangat fantastis dan mempesona dan tidak bisa dijumpai di tempat lain.

Namun demikian adanya pandemi wabah Covid-19 berbagai sektor ekonomi termasuk kegiatan pariwisata mengalami imbas dengan sepinya jumlah kunjungan, sehingga mematikan pelaku usaha wisata dan makanan di kawasan desa wisata Benowo.

Berdasarkan dari permsalahan tersebut di atas dan sebagai upaya memulihkan sektor pariwisata di Desa Benowo, maka pada pelaksanaan KKN PPM Universitas Islam Indonesia Yogyakarta pada Juli-Agustus 2020, melaksanakan kegiatan KKN PPM dengan sistem Daring.

Pelaksanaan KKN PPM ini berbeda dengan pelaksanaan KKN pada umumnya yang dilakukan oleh Universitas Islam Indonesia pada masa sebelum Covid, dimana mahasiswa dalam pelaksanaan menginap dilokasi selama satu bulan, akan tetapi dalam masa pandemi ini mahasiswa melakukan KKN secara online, Hal ini dikarenakan untuk minimalisir penyebaran virus corona jika mahasiswa di hadirkan di lokasi KKN.

Dr. Unggul Priyadi, MSi selaku ketua pelaksana KKN PPM di Desa Benowo yang merangkap sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL1) yang didampingi DPL2, dan dua dosen pendamping dari prodi ekonomi Islam Junaidi Safitri, SEI,MEI dan dari prodi Arsitektur Dyah Hendrawati, ST, MT menyatakan sebagai upaya mengatasi permasalahan mitra, mahasiswa KKN diberikan tugas dengan terlebih dulu dikomunikasikan dan dikoordinasikan oleh pusat KKN DPPM UII, dan pemerintah Desa Benowo.

"Melalui kegiatan KKN PPM tersebut menargetkan luaran yang dihasilkan oleh mahasiswa KKN PPM UII di Desa Benowo sesuai dengan harapan yang di inginkan oleh masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Benowo," kata dia.

Berbagai program yang di laksanakan di antaranya adalah pengadaan protokoler kesehatan, pembuatan media pemasaran, pembuatan video iklan, pembuatan masterplan pengembangan desa wisata, pembaharuan profil desa wisata,pembuatan kemasan produk makanan, dan tata kelola keuangan dan kelembagaan.

Dalam pelaksanaan KKN PPM ini mahasiswa di bagi dalam 3 kelompok dengan jumlah mahasiswa 30.

Lebih lanjut Dr. Unggul Priyadi selaku dosen ekonomi UII mengatakan bahwa KKN PPM yang dilaksanakan secara online tidak mengurangi manfaat yang dihasilkan, dikarenakan mahasiswa di wajibkan melaporkan hasil KKN yang dilaksanakan secara periodic kepada dosen pelaksana KKN dan pemerintah Desa secara online,sehingga sesuai dengan harapan yang diinginkan yaitu dapat mengembangkan desa wisata Benowo dalam masa new normal ini.