Padusan Ramadan 2026, Wisata Air Klaten Siap Diskon
Wisata air Klaten siapkan padusan Ramadan 2026 dengan tambahan rescue, pentas budaya, dan promo tiket tanpa kenaikan harga.
Ilustrasi kecelakaan sepeda./Pixabay
Harianjogja.com, KLATEN—Seorang anak asal Sukoharjo meninggal dunia setelah tertabrak kendaraan bermotor saat bersepeda bersama keluarganya di wilayah Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah, Minggu (26/7/2020) pagi.
Korban bernama Athalia Nindya Dewi, 9, bocah perempuan asal Desa Ngreco, Kecamatan Weru, Sukoharjo. Peristiwa terjadi di ruas jalan DPU antara Cawas dengan Weru tepatnya di Dukuh Tanjung, Desa Barepan, Kecamatan Cawas sekitar pukul 06.30 WIB.
Atha pagi itu bersepeda bersama bapak, ibu, dan kakaknya dari Weru menuju Cawas. Mereka bersepeda sendiri-sendiri dengan Atha berada pada urutan paling akhir. Saat melintas di ruas jalan Weru-Cawas, dari arah berlawanan (Cawas ke Weru) ada truk yang berusaha mendahului truk lain yang ada di depannya. Atha diduga tertabrak truk yang sedang mendahului tersebut hingga mengalami luka pada bagian kepala, tangan, serta dada. Bocah itu meninggal dunia di lokasi kejadian.
BACA JUGA: Jokowi Arahkan Adik Iparnya Mundur dari Pilkada Gunungkidul
Kapolsek Cawas, AKP Waleri, mengatakan peristiwa tersebut ditangani Unit Laka Satlantas Polres Klaten. “Dari informasi awal, saat kejadian itu ada truk beriringan dengan truk bagian belakang mau menyalip. Di belakang truk itu ada sepeda motor yang juga mau mendahului. Kemudian dari arah berlawanan ada peseda ontel terdiri dari bapak, ibu, dan anak. Kemudian anak yang di belakang itu terkena truk atau sepeda motor kami belum tahu. Korban meninggal dunia yakni anak berumur sembilan tahun,” jelas Waleri saat dihubungi JIBI, Minggu.
Kanitlaka Satlantas Polres Klaten, Iptu Panut Haryono, mengatakan masih menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut. "Sebelum terjatuh, peseda ontel diduga sempat oleng. Apakah oleng ini karena sebelumnya ada benturan dengan kendaraan lain kemudian terjatuh ditampani truk atau karena hal lain, ini yang sedang kami selidiki. Itu nanti perlu keterangan dari pihak keluarga yang paham. Karena pihak keluarga masih berduka, kami belum bisa meminta keterangan mereka," jelas dia.
BACA JUGA: Hotel Queen of The South Resort di Gunungkidul Terbakar, Dua Kamar Rusak
Setelah peristiwa itu, jenazah korban lantas dimakamkan di Weru. Sementara, pengemudi truk masih dimintai keterangan petugas di Unitlaka Satlantas Polres Klaten. Panut menjelaskan peristiwa pesepeda meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas baru kali pertama terjadi di Klaten sejak bersepeda di tengah pandemi juga menjadi tren di Klaten.
Panut mengimbau para pesepeda tetap mematuhi aturan lalu lintas. Mereka diminta mengenakan pelindung kepala atau helm khusus bersepeda. "Imbauan kami terhadap pengguna jalan khususnya pesepeda untuk selalu hati-hati dan mematuhi tata tertib lalu lintas. Begitu pula ketika melintasi APILL [alat pemberi isyarat lalu lintas]. Ketika menyala merah tetap harus berhenti dulu," tutur dia.
Panut juga mengimbau aktivitas bersepeda tak dilakukan secara bergerombol serta saling menghargai pengguna jalan yang lain. "Karena jalan raya di Klaten belum ada jalur khusus sepeda, alangkah baiknya untuk rute mencari jalan pedesaan," tutur dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Wisata air Klaten siapkan padusan Ramadan 2026 dengan tambahan rescue, pentas budaya, dan promo tiket tanpa kenaikan harga.
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca DIY 28 Mei 2026. Hujan lebat, petir, dan angin kencang berpotensi terjadi di Kulon Progo dan Sleman.
Tiga pelajar di Sragen diamankan polisi usai bikin konten pocong jadi-jadian di TikTok. Aksi demi viral ini sempat bikin heboh warga.
DPRD DIY siapkan perda perlindungan karst untuk cegah kerusakan akibat pembangunan. Regulasi ini ditargetkan jadi acuan nasional.
Penelitian terbaru mengungkap stres ayah sebelum pembuahan dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan awal anak melalui sinyal biologis.
Dishub Sukoharjo pasang barikade di tikungan tajam jalur Sukoharjo-Klaten untuk tekan kecelakaan. Ini kondisi terbaru di lapangan.