Advertisement
Kasus Makin Banyak, Menkes Pimpin Penanganan Covid-19 di Semarang
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu daerah dengan peningkatan kasus Covid-19 yang cukup tinggi. Karena itulah Pemerintah pusat memberikan perhatian serius dalam upaya pengendalian Covid-19 di wilayah tersebut.
Untuk diketahui, berdasarkan data dari PHEOC, pertanggal 24 Juli 2020, kasus COVID-19 di Jawa Tengah bertambah sebanyak 124 kasus total 8.145, kasus sembuh meningkat 100 total 3.950 sementara kasus meninggal bertambah 38 total 544 orang.
Advertisement
Merespon hal ini, Menkes mengatakan akan memimpin langsung penanganan COVID-19 di Jawa Tengah khususnya Semarang, guna mempermudah koordinasi dan memperkuat sinergisitas antara pusat dan daerah.
“Saya disini, untuk memudahkan koordinasi,” ungkapnya saat berkunjung ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, seperti dikutip dari laman resmi Kemenkes.
Menurut Menkes, penguatan tersebut untuk mendukung apa yang telah dilaksanakan oleh Pemda terkait. Ia menilai, apa yang dilakukan oleh Pemda Jawa Tengah beserta jajarannya telah bekerja secara optimal dan baik dalam menghadapi pandemi.
Untuk itu, atas segala daya dan upaya yang telah dikerahkan, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto berterima kasih dan memberikan apresiasi yang baik.
“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi atas gerak cepat Pemda Jawa Tengah dalam menekan penularan COVID-19,” tutur Menkes.
Tidak hanya pemerintah, Menkes menegaskan peran dan dukungan masyarakat berupa komitmen dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan sangat dibutuhkan untuk melawan COVID-19.
Untuk itu, pihaknya menegaskan agar protokol kesehatan harus diimplementasikan di semua aspek kehidupan. Tak hanya kewajiban, namun kebiasaan memakai masker, cuci tangan pakai sabun dan menghindari kerumunan harus menjadi nilai-nilai yang terinternalisasi oleh seluruh elemen masyarakat.
“Yang penting protokol kesehatannya ditaati, yang menjadi acuan kita untuk mengendalikan pandemi COVID-19,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BGN dan Kemensos Matangkan Penyaluran MBG bagi Lansia dan Disabilitas
- BPJS Kesehatan Jelaskan Mekanisme Reaktivasi PBI JKN, Begini Caranya
- Ormas Islam Pahami Alasan Prabowo Masukkan RI ke Dewan Perdamaian
- Seleksi Sekolah Rakyat Dimulai, Kemensos Siapkan Kuota 30 Ribu Siswa
- Meriyati Hoegeng Tutup Usia di 100 Tahun, Kapolri Sampaikan Duka
Advertisement
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Hore! Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng Cair Februari-Maret 2026
- Trump Tahan Opsi Militer ke Iran, Israel Justru Desak Serangan
- Program Gentengisasi Prabowo Terkendala Pasokan Bahan Baku
- Pemkab Gunungkidul Tetapkan 7 Program Strategis RPJMD 2025-2029
- Jadwal Lengkap KA Bandara YIA Rabu 4 Februari 2026
- Fokus Pendidikan Anak, Yayasan TCKN Pastikan Sesuai Prosedur Hukum
- SIM Keliling Gunungkidul Rabu, Ini Lokasi dan Jam Layanannya
Advertisement
Advertisement




