Tanpa Internet, Warganet Ini Bagikan Cara Belajar Jarak Jauh yang Murah Bahkan Gratis

Kolase foto penggunaan walkie talkie dan HT untuk belajar jarak jauh. - Ist/facebook Randy Bimantara
24 Juli 2020 14:07 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Pandemi Corona membuat banyak aktivitas dibatasi, terutama yang menimbulkan kerumunan. Akibatnya, ada penerapan bekerja dari rumah dan sekolah dari rumah menggunakan sistem online.

Dalam bekerja, banyak pertemuan dilakukan melalui video conference salah satunya melalui aplikasi Zoom Meeting. Adapun informasi dan berkas-berkas dikirim melalui aplikasi media sosial.

Dalam bidang pendidikan, aktivitas belajar mengajar di kelas dialihkan menjadi sistem online, baik untuk siswa maupun mahasiswa. Tugas-tugas belajar dikirimkan melalui media sosial. Tatap muka juga dialihkan melalui aplikasi video conference.

Baca juga: Temanku Lima Benua, Nama Unik Sang Pelukis Kondang Asal Klaten

Sistem belajar di rumah ini banyak menimbulkan persoalan, salah satunya adalah ketidakmampuan ekonomi keluarga siswa sehingga tidak memiliki alat komunikasi smartphone (ponsel pintar). Padahal, pengiriman materi sekolah banyak dikirim melalui aplikasi media sosial yang hanya bisa dilakukan menggunakan smartphone.

Selain itu, materi belajar juga sebagian perlu menggunakan sistem digital, namun tidak semua siswa memiliki komputer atau laptop. Akibatnya, banyak aktivitas belajar mengajar online tidak berjalan lancar.

Bahkan, ketika peralatan telekomunikasi bisa dimiliki, aktivitas bejalar dalam jaringan (daring) juga tidak selalu lancar. Salah satu yang menghambat adalah ketersediaan sinyal seluler. Untuk mengakses media sosial dan internet, diperlukan sinyal yang cukup baik.

Baca juga: Dua Bulan Rutin Bersepeda, Ini Manfaat yang Dirasakan Amel Carla

Namun, tidak semua daerah di Tanah Air bisa mendapatkan sinyal seluler yang baik. Kondisi ini terutama dialami warga di pedesaan. Banyak yang terpaksa harus mengungsi belajar demi mendapatkan sinyal untuk mengakses materi belajar.

Seolah menjawab berbagai permasalahan ini, seorang warganet membagikan sebuah solusi. Akun Facebook Randy Bimantara membagikan tentang cara lain untuk beraktivitas daring, yakni melalui peranti walkie talkie maupun handy talkie (HT).

"Kalian terlalu sibuk dengan Zoom Dan Internet, sehingga Lupa ada alat komunikasi Yang murah bahkan gratis. Ga perlu perangkat Motorolla Yang jutaan, cukup Firstcom 200-300 ribu bisa on air tanpa kuota.
Thx to RAPI Sumbawa," tulis akun Randy Bimantara dalam unggahannya, Rabu (23/7/2020).

Dalam beberapa foto yang diunggah, tampak sejumlah aktivitas siswa menggunakan HT untuk berkomunikasi saat belajar.

Mengutp dari wikipedia, walkie talkie adalah sebuah alat komunikasi genggam yang dapat mengomunikasikan dua orang atau lebih dengan menggunakan gelombang radio. Kebanyakan walkie talkie digunakan untuk melakukan kedua fungsinya yaitu berbicara ataupun mendengar. Walkie talkie dapat melakukan pembicaraan dua arah, berbicara dan mendengar lawan bicara secara bergantian.

Walkie talkie dapat digunakan dalam jarak 0,5 Km sampai dengan 2,5 Km tanpa menggunakan biaya pulsa seperti menelpon. Walkie talkie merupakan transceiver, yang dikarenakan ia memiliki two way radios tersebut, alat ini memiliki radio transmitter dan sinyal.

Ada pula alat serupa dengan walkie talkie yakni handie talkie (HT). Walaupun keduanya mengacu prinsip yang sama mengenai radio dua arah, tetapi keduanya memiliki perbedaan. Handie talkie memerlukan izin untuk menggunakannya, sedangkan walkie talkie tidak memerlukannya.

HT memiliki range frekuensi yang lebih besar dan bebas dibandingkan dengan walkie talkie. Dalam definisinya, HT merupakan alat komunikasi dua arah yang tidak menggunakan kabel. Pada awalnya jarak yang dapat ditempuh oleh alat ini hanya sejauh 2 mil, belakangan ini handie talkie dapat mencakup hingga jarak 12 mil.

Penggunaan walkie talkie dan HT biasanya adalah komunitas, seperti militer, kepolisian, damkar, hiburan hingga relawan bencana.

Di situs belanja online, HT maupun walkie talkie dijual mulai harga Rp100.000 hingga jutaan rupiah tergantung merek dan spesifikasinya. Nominal ini memang lebih murah daripada smartphone yang harganya mulai Rp500.000 bahkan rata-rata jutaan rupiah.

Apalagi, smartphone harus menggunakan pulsa atau kuota internet untuk mengakses internet. Adapun HT hanya menggunakan frekuensi yang bisa diatur dan tidak memakan pulsa atau biaya terus menerus. HT dianggap bisa menjadi solusi belajar jarak jauh meski fungsinya tidak seluas smartphone.