Danone SN Indonesia dan LIPI Jajaki Kolaborasi Riset dan Inovasi Pangan

CEO Danone SN Indonesia Connie Ang (kiri) berpose bersama Menristek Prof Bambang Brojonegoro (kedua dari kiri), Kepala LIPI Laksana Tri Handoko (ketiga dari kiri), dan Hendro Utomo Founder dari Foodbank Of Indonesia (paling kanan) setelah selesai sesi diskusi di Gedung LIPI Jakarta/Ist
10 Juli 2020 17:17 WIB Media Digital News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA– Di tengah masa pandemi, perhatian lebih harus diberikan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi harian anak. Dengan menurunnya pemasukan keluarga dan tantangan baru dalam mengakses fasilitas kesehatan, anak-anak tidak hanya rentan terhadap penyakit infeksi, tetapi juga terancam menderita malnutrisi yang dapat menyebabkan stunting.

Untuk mendukung pencegahan stunting di masa pandemi, Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia menjajaki kolaborasi riset dan inovasi bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam ‘Forum Diskusi Kolaborasi Penelitian dan Teknologi untuk Mendukung Gizi Anak di Masa Pandemi’ Rabu 8 Juli 2020.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kolaborasi produksi 5.000 produk Probarz dan 4.000 produk Aitamie yang diproduksi dan didistribusikan untuk dukung gizi anak terdampak pandemi.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Prof Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang hadir dalam forum diskusi, menegaskan bahwa stunting merupakan isu yang prioritas dalam pembangunan nasional karena dapat menjadi muara dari permasalahan pembangunan yang ada, terutama jika menyangkut kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Masalah sumber daya manusia bukan hanya masalah pendidikan. Tanpa kesehatan dasar yang baik sejak kecil, seorang anak tidak akan bisa bersekolah dan berprestasi baik dalam pendidikan. Riset dan inovasi seperti teknologi pengolahan pangan sangat penting dan harus bisa mendorong pangan yang mudah dijangkau oleh masyarakat,” tambah Bambang.

“Kami menyambut baik kerja sama yang telah berjalan bersama Danone Specialized Nutrition Indonesia. Sejak lama, kami juga telah berkomitmen untuk mendukung penanganan stunting berbasis pengembangan produk sekaligus memberikan dampak ekonomi yang positif bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di masyarakat. Probarz dan Aitamie, salah satunya, dikembangkan untuk menyesuaikan rasa yang diminati anak-anak dengan kandungan nutrisi yang memadai,” ujar Dr. Laksana Tri Handoko, Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Danone SN Indonesia juga menaruh perhatian pada status gizi dan kesehatan anak di Indonesia dan turut mendukung upaya pemerintah dalam menggunakan penelitan dan teknologi untuk mencegah dan mengatasi stunting.

Connie Ang, CEO Danone SN Indonesia mengatakan, “Kami sangat senang dapat menjadi salah satu mitra pemerintah dalam penanggulangan stunting selama masa pandemi COVID-19 di Indonesia. Komitmen kami pada penelitian dan teknologi dapat terlihat dari dibangunnya Danone Nutricia Research Sarihusada R&I Center di Pabrik Sarihusada di Yogyakarta, studi Nutriplanet, hingga kerjasama bersama LIPI baru-baru ini. Kami siap untuk membicarakan lebuh lanjut kolaborasi riset dan teknologi untuk masa mendatang bersama LIPI maupun lembaga pemerintah terkait.”

Dalam forum diskusi ini Menristek dan LIPI juga menekankan pentingnya kerjasama triple helix yaitu antara pihak pemerintah, akademisi atau peneliti, dan pihak industri termasuk swasta untuk melaksanakan program bersama yang dapat membawa dampak positif bagi masyakarat. Salah satunya adalah pengembangan produk yang berdasar pada penelitian dan teknologi dari hulu ke hilir.