2.681 Lowongan Kerja Dibuka di Magelang, Peluang Disabilitas Tersedia
Job Fair 2026 di Kota Magelang membuka 2.681 lowongan kerja dari 18 perusahaan, termasuk peluang bagi penyandang disabilitas.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. /Suara.com-Arry
Harianjogja.com, SURABAYA- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melakukan aksi menghebohkan. Ia melakukan sujud minta maaf di depan dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya. Risma bahkan menangis dan mengeluh karena menjadi pihak yang disalahkan dalam penanganan virus corona di Surabaya.
Dilansir dari Suara.com, peristiwa itu setelah Risma bertemu untuk rapat dengan pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya. Risma menyembah kaki seorang dokter paru pada Senin (29/6/2020) pagi. Kejadian tersebut bermula saat Wali Kota Risma mengadakan pertemuan dengan IDI dan para direktur rumah sakit di Kota Surabaya.
Saat itu salah satu pengurus IDI Surabaya, Sudarsono memaparkan penyebab kematian pasien COVID-19 di Surabaya yang tinggi. Alasannya karena pasien tak dapat kamar di RSUD Dr Soetomo.
Baca juga: Ernest Prakasa Mengaku Mati Rasa dengan Jokowi Marah-Marah
Risma pun berdiri dan berjalan ke arah Sudarsono. Risma sujud dan minta maaf. Sembari bersujud, Risma menjelaskan sudah menyediakan 200 tempat tidur di RS Husada Utama jika RS Dr Soetomo penuh.
"Kenapa saya selalu disalahkan, padahal bantuan saya ditolak," kata Risma sembari menangis.
Baca juga: Corona Berefek Jangka Panjang, Meski Sembuh Paru-Paru dan Otak Berpotensi Rusak
Akibat kejadian tersebut, media sosial pun riuh dengan tagar Risma. Bahkan tagar ini menjadi puncak trending topic di twitter. Video saat Risma bersujud pun beredar.
Bu Risma sujud2 sambil nangis di depan dokter sambil ngomong "mohon maaf" karena posko dan RS pada overload pasien
— Rizka Hasanah (@rizkahasanah) June 29, 2020
.
Plis lah guys kasian Bu Risma :( she\'s done A LOT for us and now this is what she gets in return?? Massive cases everyday. SHAME ON YOU ?pic.twitter.com/lqsXxJHdmt
Meski demikian aksi tersebut menimbulkan beragam komentar. Ada yang mendukung, namun ada pula yang nyinyir.
Salah satu dukungan ditulis akun @soetan_basa. "Walaupun agak sedikit berlebihan.. Cuma saya ambil sisi baiknya, bahwa buk risma merasa bersalah,karna kurang maksimal membantu IDI untuk menghentikan laju Covid19. Walaupun masyarakatnya yg susah di atur, tapi beliau yg merasa bertanggung jawab.".
"Naluri perempuanku ikut menangis melihat video ini. Ibu Risma sang walikota yg mempunyai etos kerja mirip masyarakat Jepang. Ketika musibah pandemi covid -19 ini beliau rela bersujud meminta maaf kpd tim medis (sebuah pemandangan yg langka)," tambah @NenengEndang.
Adapun komentar nyinyir diungkapkan akun @d1t_RG."Mendingan jd aktris aja bu, akting bu risma bagus. Kali aja ibu bs dpt piala citra," tulisnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Job Fair 2026 di Kota Magelang membuka 2.681 lowongan kerja dari 18 perusahaan, termasuk peluang bagi penyandang disabilitas.
DPRD DIY menyoroti anggaran logistik bencana BPBD yang hanya Rp53 juta dan mendorong tambahan dana untuk penanganan bencana.
Pameran Harmoni di Tanggul Tirto menampilkan 30–40 foto untuk mengenalkan keragaman destinasi wisata Bantul di luar kawasan pantai.
Otorita IKN memperketat penanganan karhutla. Satu perusahaan disanksi dan satu terduga pelaku pembakaran dilaporkan ke aparat hukum.
Dentuman di Bandung disebut BMKG tak berkaitan dengan erupsi Anak Krakatau. Simak penjelasan soal gempa, skyquake, dan kemungkinan penyebabnya.
Kepengurusan MPI DIY periode baru dikukuhkan. Fadhl Muhammad Firdaus mendorong gerakan sosial dan solusi nyata bagi masyarakat.