Ini Penyebab Insentif Kartu Prakerja Belum Cair

Petugas mendampingi warga yang melakukan pendaftaran calon peserta Kartu Prakerja di LTSA-UPT P2TK di Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). - ANTARA FOTO/Moch Asim
04 Juni 2020 14:57 WIB Yustinus Andri DP News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja mengakui masih ada sejumlah peserta program tersebut yang belum dapat mencairkan atau menerima insentif dari pemerintah. Terdapat sejumlah hal yang membuat kondisi itu terjadi.

Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Panji Winanteya Ruky mengatakan, setidaknya terdapat 34.000 peserta yang belum menerima insentif. Menurutnya hal itu terjadi karena adanya perbedaan data antara yang dimasukkan untuk mendaftarkan e-wallet dan data pribadi peserta. Salah satunya data nomor induk kependudukan “NIK”.

“Untuk itu tiap peserta harus mendaftarkan NIK yang sama antara untuk akun kepesertaan dan NIK untuk rekening e-wallet,” ujarnya, Kamis (4/6/2020).

Pasalnya, sistem yang ada di program Kartu Prakerja tidak membolehkan adanya transfer dana kepada peserta yang memiliki perbedaan data NIK kepesertaan dan NIK untuk akun e-wallet. Hal itu dilakukan untuk menjaga keamanan dan penyalahgunaan insentif tersebut.

Dengan kata lain, tiap peserta harus memiliki rekening akun e-wallet sendiri yang datanya sama dengan data di kepesertaaan Kartu Prakerja.

“Pastikan, peserta memiliki akun e-wallet atas nama dirinya sendiri dan datanya sama dengan NIK untuk mendaftarkan diri di Kartu Prakerja,” katanya.

Namun sayangnya, bagi para peserta yang terlanjur menggunakan akun e-wallet yang berbeda data pribadinya dengan data di kepesertaan Kartu Prakerja dan ingin merevisi datanya, belum dapat dilakukan dalam waktu dekat.

Pasalnya, menurut Panji, saat ini Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja masih mengembangkan fitur untuk pengubahan data tersebut. Dengan demikian, pengubahan data baru dapat dilakukan ketika fitur tersebut selesai.

Adapun, mengenai pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang IV, Panji mengaku belum dapat memastikan kapan bakal dilaksanakan.. Pasalnya, saat  ini Komite Kartu Prakerja masih melakukan evaluasi menyeluruh terkait penyelenggaraan program tersebut.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia