Advertisement
Menko Airlangga: Program Satu Data Terus Jalan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers mengenai penanganan dampak Covid-19 di Jakarta, Jumat (13/3/2020). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah masih terus melanjutkan program Satu Data yakni pembuatan pusat data yang lengkap atau mencakup semua aspek kependudukan dan menjadi dasar pengambilan kebijakan.
"Program Satu Data jadi prioritas bahwa seluruh data akan dikumpulkan dan pemerintah akan punya satu data center yang dikelola," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam diskusi virtual bersama para pemimpin media massa, Rabu (1/6/2020).
Advertisement
Lebih lanjut, Satu Data tersebut akan meliputi semua sektor seperti data Usaha Kecil dan Menengah (UMKM), Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Data Pokok Pendidikan (Dapodik), data Dukcapil, hingga data geospasial.
Program pengembangan Satu Data tersebut dikerjakan oleh beberapa kementerian/lembaga seperti Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas), dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Berdasarkan Perpres Nomor 39/2019 tentang Satu Data Indonesia, penyatuan data bertujuan agar pemerintah bisa mengumpulkan data dalam satu pintu yang akurat, mutakhir, terpadu, serta mudah diakses.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Pemadaman Listrik Jogja Hari Ini 14 April 2026
- Remaja Tewas di Arteri Madukoro Seusai Tabrak Lari Malam Hari
- Peta Mobil Terlaris Bergeser di Kuartal 1 2026, Ini Daftarnya
- Update WhatsApp iPhone Bikin Chat dan Foto Lebih Mudah
- Dapur MBG di Ngawi Meledak Timbulkan Luka Bakar, Diselidiki Labfor
- Kelok 23 Punya View Laut, Disiapkan Jadi Destinasi Baru
- Uang USD 1 Juta Disita KPK, Diduga untuk Pansus Haji
Advertisement
Advertisement









