Advertisement
JK Sudah 12 Kali Tak Salat Jumat di Masjid, Katanya: Paling Lama dalam Hidup Saya
Jusuf Kalla (JK). - Okezone
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) menghitung sudah 12 kali salat Jumat tak dilaksanakan di masjid lantaran adanya pandemi virus Corona Covid-19.
Hal itu diungkapkan JK saat menyampaikan kalau masjid akan dibuka kembali pada Jumat (5/6/2020). Masjid dan tempat ibadah lainnya sempat ditutup sejak awal masuknya Covid-19 di tanah air.
Advertisement
"Setelah 12 Jumat kita tidak salat. Paling lama dalam hidup saya ini tidak salat Jumat, kadang-kadang salat Jumat di rumah," ujar JK di Masjid Al Azhar, Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2020).
Pembukaan masjid pada Jumat mendatang itu disebutkan JK telah disepakati oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Gubernur Jakarta Anies Baswedan. Tentunya pembukaan masjid pun harus disertai dengan syarat-syarat yang sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.
Seperti yang dilangsungkan di Masjid Al Azhar, di mana para petugas dari PMI dan TNI telah menyemprotkan cairan disinfektan.
Selain itu pihak masjid pun telah menyediakan tempat cuci tangan, pengaturan jaga jarak, hingga pengecekan suhu tubuh.
Bahkan pendisiplinan bagi para jemaah yang hendak masuk masjid pun diterapkan.
"Jadi kalau ada jemaah enggak pakai masker suruh dulu pakai masker baru boleh masuk. Kemudian cuci tangan, di setiap pintu ada desinfektan, cuci sabun, atau di tempat wudhu," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Suara.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Google Maps Hadirkan Peta 3D dan Fitur AI Baru
- THR Bermasalah? KSPSI Gunungkidul Minta Buruh Berani Melapor
- Perbankan Dominasi Pengaduan Konsumen ke OJK DIY
- Gibran Terima Rismon Sianipar di Istana Wapres
- Belasan Dapur MBG di Bantul Ditutup Sementara
- Siswa SLB Negeri Pembina Jogja Bagi-bagi Takjil kepada Warga
- KPK Beberkan Pungutan Percepatan Haji Khusus yang Menjerat Gus Yaqut
Advertisement
Advertisement








