Singapura Mulai Longgarkan Lockdown: Tiap Rumah Hanya Boleh Terima 2 Tamu

PM Singapura Lee Hsien Loong menegaskan negeri itu akan melakukan sejumlah langkah baru menghadapi Corona - Facebook/Lee Hsien Loong
02 Juni 2020 08:47 WIB Hadijah Alaydrus News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Setelah hampir dua bulan pemerintah Singapura menerapkan lockdown parsial, Selasa (2/6/2020), Negeri Jiran ini akan mulai membuka kembali kegiatan ekonomi dan sosial warganya.

Untuk membuka circuit breaker ini, pemerintah Singapura telah menetapkan tiga fase penting. Fase pertama, pemerintah Singapura mengizinkan pembukaan bisnis mulai dari layanan bengkel kendaraan, binatu, hingga salon hewan.

Namun, makan di restoran tidak diizinkan. Semua makanan harus dibawa pulang.

Dilansir Channel News Asia, komunikasi melalui jaringan internet masih terus digunakan secara maksimal. Tiap rumah tangga hanya dapat menerima maksimal dua orang tamu per hari. Tamu tersebut harus merupakan keluarga dekat, seperti anak atau cucu dari satu keluarga.

Siswa senior sekolah dasar dan menengah pertama yang akan lulus tahun ini diperbolehkan masuk sekolah. Siswa lainnya masih harus menjalankan belajar dari rumah. Siswa taman kanak-kanak dan PAUD akan mulai dibuka secara gradual pada 10 Juni.

Semua warga yang menaiki kendaraan umum wajib mengunakan masker. Tempat ibadah dibuka, tetapi jumlah jamaah dibatasi hanya 5 orang. Semua jamaah dianjurkan untuk berdoa di rumah.

Pernikahan diizinkan, namun jumlah saksi dan tamu dibatasi hanya 10 orang.

Untuk fase kedua, pemerintah Singapura menargetkan dapat tercapai pada akhir Juni. Dalam fase tersebut, pemerintah akan mengizinkan lebih banyak bisnis dibuka.

Dikutip dari pengumuman Kementerian Komunikasi dan Informasi, restoran atau outlet makanan dan minuman akan diperbolehkan menerima layanan makan di tempat.

Pusat kebugaran, studio fitnes, toko ritel, dan pusat-pusat pelatihan dapat dibuka kembali dengan penerapan praktik manajamen yang aman.

Seluruh siswa bisa kembali belajar di sekolah, termasuk mahasiswa. Pusat rekreasi, kebugaran dan fasilitas outdoor akan di buka kembali pada fase ini. Aktivitas sosial dalam grup kecil diperbolehkan.

Fase ketiga, yang belum dapat dipastikan kapan terjadi, akan mengizinkan acara-acara atau keramaian untuk kegiatan bisnis, budaya, religi dan acara hiburan. Namun, jumlah peserta akan dibatasi untuk menghindari kluster infeksi dalam skala besar.

Pada warga senior atau manula dapat memulai aktivitas sehari-hari dengan social distancing yang aman.

Di tahap terakhir ini, pemerintah Singapura mengizinkan pembukaan kembali spa, bioskop, bar, pub dan klub malam. Namun, sejumlah syarat akan diterapkan untuk pembukaannya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia