Iran Tuding AS Manipulasi Pasar Energi Global, Ini Alasannya
Iran menuding elemen pemerintah AS dan aktor yang bersekutu dengan Israel berupaya memanipulasi pasar energi global di tengah konflik.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Di tengah wacana pelonggaran PSBB di massa era normal baru, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) Imam Alfian Kadir mendorong perlunya kajian mendalam soal relaksasi rumah ibadah.
"Jika relaksasi \'new normal\' diterapkan, kemungkinan rumah ibadah akan di buka kembali, tentu hal ini perlu dikaji secara mendalam," kata Imam saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (27/5/2020).
Dia mengatakan kajian itu, salah satunya terkait pertimbangan keselamatan umat beragama di Indonesia dari bahaya penularan Covid-19.
Menurut dia, akan ada pro dan kontra terkait relaksasi rumah ibadah. Misalnya umat dari kalangan umat Islam sebagaimana disuarakan Majelis Ulama Indonesia yang masih mempertanyakan urgensi kenormalan baru jika diterapkan di tempat ibadah.
"Sebab hal ini memiliki konsekuensi terhadap sosio-psikologis umat Muslim. Kita bisa berkaca pada ibadah Shalat Idul Fitri ada yang melaksanakan di masjid dan ada yang memilih di rumah, dua silang pendapat ini tentu akan berdampak pada kebijakan relaksasi di masjid di masa \'new normal\'," katanya.
Di aspek lain, Kadir mengkritik rencana kebijakan normal baru dengan pelonggaran aktivitas sosial oleh Presiden Joko Widodo.
"DPP IMM Menilai dalam situasi seperti ini, pilihan \'new normal\' berbahaya dan cenderung menjerumuskan rakyat kepada wabah Covid-19," kata dia.
Dia mengatakan kasus Covid-19 di Indonesia masih terlalu tinggi dan belum ada penurunan yang signifikan.
"Dari data Kemenkes per Selasa, 26 Mei 2020 saja ada 415 kasus baru dengan total 23.165 pasien positif di seluruh Indonesia, artinya kebijakan \'new normal\' seperti apa yang disampaikan Bapak Presiden adalah kebijakan yang abnormal," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Iran menuding elemen pemerintah AS dan aktor yang bersekutu dengan Israel berupaya memanipulasi pasar energi global di tengah konflik.
DPRD DIY menyoroti perubahan desil DTSEN yang dinilai dapat mengancam bantuan warga miskin dan meminta verifikasi data diperkuat.
PQN Jateng 2026 mencatat 33.087 transaksi QRIS senilai Rp149,78 juta. Edukasi digital menyasar kampus, sekolah hingga transportasi.
DPRD Sleman mendorong pembudidaya ikan beralih dari cara tradisional ke teknologi untuk meningkatkan produktivitas di tengah keterbatasan lahan.
Memperingati 14 tahun UUK DIY, Malioboro menjadi panggung seni Memetri Jogja Merawat Nusantara sekaligus donasi korban bencana NTT.
Festival Mustika Rasa di Alun-Alun Kidul Jogja ditutup. Yan Kurnia Sutanto mendorong pelestarian kuliner tradisional dan kedaulatan pangan.