Advertisement
Stok AS Turun Picu Kenaikan Harga Minyak Dunia
Foto ilustrasi: Pengendara mengisi bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) 34.401.16 di Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/4/2020). - Bisnis/Rachman
Advertisement
Harianjogja.com, NEW YORK--Harga minyak menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah persediaan minyak mentah di Amerika Serikat (AS) turun dalam pekan terakhir. Namun kenaikan dibatasi oleh kekhawatiran atas kejatuhan ekonomi dari pandemi virus corona dan margin penyulingan yang lemah.
Harga minyak berjangka kembali pulih dari pelemahan baru-baru ini karena produksi telah menurun lebih cepat dari yang diperkirakan, mengurangi kelebihan pasokan yang menyebabkan tempat-tempat penyimpanan terisi.
Advertisement
Minyak mentah berjangka Brent untuk penyerahan Juli naik 1,10 dolar AS atau 3,2 persen, menjadi menetap pada 35,75 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk penyerahan Juli, berakhir naik 1,53 dolar AS atau 4,8 persen menjadi 33,49 dolar AS per barel.
Data Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun lima juta barel pekan lalu. Sementara persediaan di Cushing, Oklahoma, pusat pengiriman WTI turun 5,6 juta barel.
BACA JUGA
"Yang dikonfirmasi oleh laporan ini adalah bahwa mimpi terburuk Anda - bahwa kita akan kehabisan ruang penyimpanan - mungkin tidak akan terjadi," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.
"Kita perlu melihat lebih banyak tanda-tanda bahwa penyeimbangan kembali terjadi, terutama melalui lebih banyak permintaan," kata Gene McGillian, direktur riset pasar di Tradition Energy.
Continental Resources, salah satu produsen minyak serpih terbesar AS pada Rabu (20/5/2020) mendesak regulator energi negara bagian Dakota Utara untuk melakukan intervensi di pasar minyak melalui langkah-langkah membatasi produksi.
Produksi di Dakota Utara telah turun lebih dari setengah juta barel per hari (bph) dan, bersama dengan pengurangan di Texas dan di tempat lain, membantu mendukung harga.
Permintaan bahan bakar telah meningkat karena pembatasan telah diperlonggar di seluruh dunia, dan data pengiriman menunjukkan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu mematuhi janji mereka untuk memotong 9,7 juta barel per hari dalam pasokan.
Persediaan bensin dan sulingan AS naik minggu lalu, karena permintaan turun. Lemahnya keuntungan penyulingan minyak mentah dapat menunda pemulihan permintaan. Kekhawatiran yang berkepanjangan tentang dampak ekonomi dari pandemi virus corona terutama di Amerika Serikat, konsumen minyak terbesar dunia, membatasi keuntungan.
Pembuat kebijakan Federal Reserve mengulangi janji untuk melakukan apa yang diperlukan guna menopang ekonomi AS, tulis risalah pertemuan kebijakan bank sentral AS 28-29 April yang dirilis pada Rabu (20/5/2020).
Kecuali jika ada peristiwa besar seperti keputusan baru OPEC, pemotongan yang diperpanjang atau penguncian baru, harga kemungkinan akan tetap di sekitar level saat ini, kata Paola Rodriguez Masiu, analis pasar minyak senior di Rystad Energy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Iran Memanas, Reza Pahlavi Ungkap Peta Jalan Transisi
- Kisah Inspiratif: Penjual Es Kelapa Daftarkan 24 Keluarga untuk Haji
- BPBD Bantul Pastikan Tak Ada Pengungsi Dampak Cuaca Ekstrem
- Cucu Soeharto, Darma Mangkuluhur Resmi Menikah
- DAS Garoga di Sumatera Utara Penuh Kayu Pascabanjir hingga 1.300 Meter
Advertisement
Pemkot Jogja Anggarkan Food Bank untuk Cegah Warga Kekurangan Pangan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Beto Goncalves Ceritakan Debut di PSIS dan Reuni dengan Fachruddin
- Puan Tegaskan KUHP dan KUHAP 2026 Jadi Tonggak Demokratisasi Hukum
- Kemenhut Siapkan Rehabilitasi Hutan Pascabencana di Sumatera
- Jari Tersangkut Bak Oli Motor, Damkarmat BPBD Bantul Evakuasi
- Bantul Percepat Mekanisasi Pertanian lewat 17 Bantuan Alsintan
- Herdman Jadikan Piala AFF 2026 Ajang Uji Kedalaman Timnas
- Daftar Makanan Pahit yang Terbukti Baik untuk Menjaga Kesehatan
Advertisement
Advertisement




