Terungkap! Dugaan Kekerasan Seksual 9 Tahun oleh Ayah di Sukoharjo
Kasus dugaan kekerasan seksual ayah terhadap anak selama 9 tahun di Sukoharjo diselidiki polisi. Korban alami trauma berat.
Foto Ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, JENEWA--WHO memastikan hingga kini belum ada satu pun obat yang telah disetujui untuk mengobati pasien Covid-19.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut ada beberapa obat atau metode pengobatan pasien Covid-19 yang dalam fase uji klinis. Dari jumlah itu belum satu pun yang disetujui untuk bisa digunakan.
Kepala teknis program kedaruatan WHO Maria van Kerkhove mengatakan, ada banyak hal yang perlu dipastikan dari penggunaan obat tersebut sehingga bisa meminimalisasi dampak buruk, termasuk efek sampingnya.
"Ada ratusan uji klinis yang sedang berlangsung. Alasan (mengapa) kami perlu menunggu hasil penelitian ini karena mereka mengevaluasi, bagaimana obat ini bekerja dalam mencegah infeksi, mencegah seseorang menderita penyakit lebih parah, mencegah kematian, dan seberapa aman obat-obat tersebut, apakah memiliki efek samping," kata Maria, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu (16/5/2020).
Saat ini, lanjut Maria, WHO meluncurkan Solidarity Trial atau uji klinis yang berfokus pada beberapa obat serta beberapa terapi untuk mengetahui tingkat keamanan dan keefektifannya terhadap Covid-19.
“Ada lebih dari 2.500 pasien terdaftar dalam uji klinis di banyak tempat. Itu akan butuh waktu sebelum kami mendapat jawaban lengkap tentang obat mana yang manjur, tapi saat ini belum ada obat yang disetujui,” tuturnya.
Senada dengan Maria, Direktur Eksekutif Program Darurat Kesehatan WHO Michael Ryan menegaskan pentingnya proses penelitian obat demi mencapai level keamanan maksimal.
"Ada proses yang benar-benar teruji dengan baik, jadi sangat penting bagi kami untuk mendorong inovasi. Kami mendorong orang-orang untuk mencari solusi, namun ketika akhirnya solusi tersebut berpotensi untuk tersedia, kami perlu menempatkannya melalui proses yang tepat demi kepentingan keselamatan dan demi memastikan hal terpenting, ini tidak membahayakan," katanya.
Artikel ini telah tayang di inews.id dengan judul "WHO Tegaskan Belum Ada Satu pun Obat Virus Corona yang Disetujui".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : inews.id
Kasus dugaan kekerasan seksual ayah terhadap anak selama 9 tahun di Sukoharjo diselidiki polisi. Korban alami trauma berat.
Prabowo menyebut Program MBG dapat memutar uang hingga Rp10,8 miliar per desa setiap tahun untuk menggerakkan ekonomi rakyat.
Disdik Sleman hanya mengakui enam lomba nasional untuk Jalur Prestasi Khusus SPMB 2026 jenjang SMP.
Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski kurs dolar dan ekonomi global bergejolak.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.