85 Persen Populasi di Asia Tenggara Jadi Penonton YouTube
Angka penonton YouTube dilaporkan mencapai 85% populasi di Asia Tenggara atau setara dengan 290 juta jiwa pada 2024. YouTube juga mencatatkan diri sebagai tujua
SAP dan Internet of Things (IoT)/Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Aturan khusus perlindungan data pribadi sangat vital karena keamanan siber di Tanah Air masih longgar. Namun, sampai dengan saat ini, belum ada sinyal bahwa akan dilakukan percepatan untuk penyelesaian rancangan undang-undang perlindungan data pribadi (RUU PDP).
Desakan pun mulai bermunculan. Deputi Direktur Riset Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) Wahyudi Djafar meminta pemerintah dan DPR untuk segera melakukan proses pembahasan bersama RUU Pelindungan data Pribadi dengan tetap mempertimbangkan situasi pandemi Covid-19 dan tetap menjamin partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan.
"Akselerasi proses pembahasan ini penting mengingat banyaknya peristiwa dan insiden terkait dengan eksploitasi data pribadi di berbagai sektor," ujar Wahyudi, Minggu (3/5/2020).
Tidak hanya Elsam, desakan juga muncul dari organisasi lainnya, yakni dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS). Peneliti CSIS Fitri Bintang Timur mengatakan bocornya jutaan data pengguna di Tokopedia telah mengkhawatirkan sehingga penyelesaian RUU PDP diminta untuk dipercepat.
"Meskipun sebenarnya tindakan akses dan intersepsi ilegal terhadap data atau informasi elektronik sudah diatur dalam UU ITE, namun aturan tersebut dirasa belum cukup," kata Fitri kepada Bisnis (4/5/2020).
Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik Nomor 11 tahun 2008 (UU ITE) dinilai belum cukup komprehensif. Pasalnya, aktivitas jual-beli data masih terjadi dan sedikit sekali kesempatan bagi individu untuk menuntut penghentian tindakan ilegal tersebut.
Baru-baru ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Tokopedia bersama-sama melakukan evaluasi, penyelidikan, serta mitigasi teknis.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate mengatakan langkah tersebut diambil setelah ketiga pihak melakukan pertemuan secara virtual pada Senin, (4/5/2020) yang membahas masalah kebocoran data konsumen yang terjadi di situs Tokopedia.
"Kemenkominfo, BSSN, dan Tokopedia akan melakukan evaluasi, penyelidikan, mitigasi teknis, dan memberikan update perkembangannya," ujar Johnny dalam konferensi pers virtual, Senin (4/5/2020).
Dalam pertemuan tersebut, lanjut Johnny, pihak Tokopedia melaporkan data keuangan serta akun pelanggan di situs tersebut dalam kondisi aman meskipun sebagian data lainnya ada kemungkinan sudah dimasuki oleh para peretas.
Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan juta data pribadi pengguna situs belanja online Tokopedia dikabarkan telah diretas pada Maret 2020 lalu. Namun, manajemen Tokopedia menyampaikan bahwa perusahaan sedang melakukan investigasi lebih lanjut dan memastikan bahwa data konsumen tetap aman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Angka penonton YouTube dilaporkan mencapai 85% populasi di Asia Tenggara atau setara dengan 290 juta jiwa pada 2024. YouTube juga mencatatkan diri sebagai tujua
Survei State of Motherhood 2026 ungkap rumah tangga bisa kacau dalam 1–2 hari tanpa peran ibu
Kadek Dhinda tersingkir di Malaysia Masters 2026 setelah kalah dari Ratchanok Intanon di babak 32 besar
Bek Persib Bandung Frans Putros masuk skuad sementara Irak untuk Piala Dunia 2026 dan berpeluang mencetak sejarah bagi Liga Indonesia.
Rumah di Panggungharjo Bantul terbakar dini hari diduga korsleting listrik, kerugian sekitar Rp20 juta
AAP rilis panduan baru: waktu istirahat sekolah wajib dilindungi sebagai kebutuhan dasar anak, bukan kemewahan. Simak manfaat medisnya di sini.