Konsorsium Covid-19 Indonesia Uji Coba Serum dari Antibodi Pasien Sembuh

Petugas mengambil sampel lendir saat Tes PCR di Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Undip Semarang, Rabu (22/4 - 2020). Foto: Istimewa
24 April 2020 15:27 WIB Nyoman Ary Wahyudi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Pemerintah Indonesia terus berupaya melakukan penanganan pandemi Corona yang kasusnya terus menyebar luas. Konsorsium Covid-19 tengah mempersiapkan uji klinis serum pasien positif Covid-19 yang sembuh untuk digunakan sebagai obat alternatif selain Avigan bagi perawatan pasien terkait dengan Covid-19.

“Kami sudah dua Minggu ini mempersiapkan untuk menggunakan serum pasien positif yang sembuh ke dalam uji klinis. Biasanya bukan mengganti obat Avigan, tetapi dipakai secara bersama-sama,” kata Ketua Konsorsium Covid-19 Ali Ghuron Mukti melalui pesan tertulis kepada Bisnis, jaringan Harianjogja.com, pada Jumat (24/4/2020).

Dia menerangkan serum pasien yang sembuh itu mengandung antibodi yang spesifik terhadap virus Corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Ihwal antibodi itu, dia menjelaskan, puncaknya terbentuk di tubuh pasien yang sembuh pada hari ke-21 sampai dengan 28.

“Biasanya puncak antibodi di tubuh pasien sembuh terbentuk di hari ke-21 sampai 28,” ujarnya.

Dia menuturkan langkah itu pertama kali dipraktikan oleh seorang profesor di John Hopkins lalu mendapatkan izin terbatas dari Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat. Lantas, dia melanjutkan, banyak rumah sakit di Amerika Serikat mulai menggunakannya.

“Di Indonesia sendiri, RSPAD Gatot Subroto sudah mulai untuk menerapkannya,” ungkapnya.

Kendati demikian, dia mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mendapat izin penggunaan serum tersebut dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). “Belum, tapi BPOM ikut dalam uji klinis dan siap membantu penggunaan serum tersebut,” jelasnya.

Pemerintah mencatat adanya penambahan kasus baru pasien positif virus Corona atau Covid-19 di Indonesia, sebanyak 357 orang, sehingga total pasien terkonfirmasi Covid-19 menjadi 7.775 kasus.  

Juru Bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan data tersebut diperoleh hingga Kamis (23/4/2020). 

Menurutnya, data terbaru itu dihimpun dari seluruh rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 di seluruh Indonesia. Penambahan kasus positif Covid-19 itu diperoleh dari hasil pemeriksaaan polymerase chain reaction (PCR) dan bukan dari hasil pemeriksaan rapid test.

Selain itu, ada penambahan kasus meninggal sebanyak 11 orang. Dengan demikian, hingga saat ini sudah ada 647 orang yang meninggal akibat virus SARS-CoV-2 di Indonesia. 

Di sisi lain, ada sebanyak 47 pasien yang dinyatakan sembuh. Dengan begitu, total ada 960 pasien yang telah sembuh.

Sumber : Bisnis.com