Kutub Utara Bakal Hilang Sebelum Tahun 2050? Ini Penjelasan lmuwan

Lapisan es Arktik di Kutub Utara. - Ist/NASA
24 April 2020 10:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Para ilmuwan tak hentinya mengingatkan bahwa pemanasan global tetap menjadi ancaman utama di masa depan, meski saat ini dunia tengah disibukan dengan pandemi virus Corona Covid-19.

Dilansir dari USA Today, Kamis (23/4/2020), ilmuan memprediksi es di Samudra Artik Kutub Utara akan sepenuhnya mencair dalam 30 tahun ke depan akibat pemanasan global.

Prediksi itu telah memasukan asumsi apabila manusia turut berusaha menurunkan emisi global untuk menjaga suhu bumi tak melonjak lebih dari dua derajat celcius.

Menurut Bruno Tremblay dari departemen ilmu atmosfer dan kelautan McGill University, penyusutan jumlah es di Artik semakin menyulitkan hidup spesies di sana.

"Saat es di Samudra Artik mencair setiap tahunnya, itu membuat hidup spesies hewan yang bergantung pada es semakin sulit," jelas Tremblay dilansir USA Today, Kamis (23/4/2020).

Sejak satelit mulai mencatat statistik bentangan es pada 1979, es di Kutub Utara sudah kehilangan 40 persen wilayah dan 70 persen volumenya pada musim panas, sebagaimana dilansir The Guardian.

"Apabila kita mengurangi emisi global dengan cepat dan substansial, es di Kutub Utara kemungkinan akan hilang di musim panas bahkan sebelum tahun 2050," tandasnya.

Studi ini merupakan hasil analisis dari 40 model komputer perihal iklim dan melibatkan 21 lembaga penelitian dari seluruh dunia.

Jurnal ilmiah itu diterbitkan dalam Geophysical Research Letters, sebuah publikasi dari American Geophysical Union.

Sumber : Suara.com