Ini Skenario Pemerintah Bila Haji Tahun Ini Batal karena Corona

Ibadah haji. - REUTERS/Ammar Awad
19 April 2020 08:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Pelaksanaan ibadah haji terancam batal di tengah pandemi Covid-19.

Virus corona atau Covid-19 telah meluluhlantakkan tatanan dunia, salah satunya pelaksanaan ibadah haji 1441 Hijriah/2020. Hingga saat ini Kerajaan Arab Saudi belum memutuskan apakah akan membatalkan atau melaksanakan rukun Islam kelima tersebut.

Untuk mengantisipasi penularan Covid-19, Kerajaan Arab Saudi sudah menerapkan lockdown di dua kota suci yakni Mekkah dan Madinah. Dua kota tersebut merupakan tempat melaksanakan tahapan haji dan umrah.

Sementara itu, Kementerian Agama RI telah merencanakan perjalanan ibadah haji yang akan dimulai pada 25 Juni 2020. Artinya, pemerintah berkejaran dengan waktu untuk memberikan kepastian kepada para calon jamaah apakah mereka jadi berangkat atau tidak. Kepastian bisa didapat sesuai dengan keputusan Kerajaan Arab Saudi.

Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) hingga kini masih menunggu keputusan pemerintah mengenai pelaksanaan haji tahun ini. Pasalnya, hingga kini Kerajaan Arab Saudi belum mengeluarkan pernyataan.

Namun demikian, Amphuri bersama pemerintah telah menyiapkan dua skenario mengenai haji 2020. Pertama, jika Saudi memperkenankan haji, pemerintah hanya akan memberangkatkan 50% dari total calon jamaah. Tujuannya untuk mencegah pandemi corona meskipun dua kota suci sudah dibuka kembali.

Sementara itu jika Saudi membatalkan haji, calon jamaah diberi pilihan untuk mengambil atau tidak uang setoran lunas yang telah dibayarkannya. Kendati dana yang telah disetorkan diambil, calon jamaah tetap mendapat prioritas untuk berangkat haji tahun berikutnya dengan syarat menyetorkan kembali uang yang telah diambilnya.

β€œDia tetap menjadi prioritas berangkat. Itu saya dengar kebijakannya dari Kemenag (saat rapat) di DPR,” ujar Bendahara Umum Amphuri, Tauhid Hamdi saat berbincang dengan Okezone, beberapa waktu lalu.

Tauhid menjelaskan, persiapan haji 2020 tetap berjalan hingga akhirnya Saudi meminta untuk menunda kontrak apapun terkait pelayanan haji. Pasalnya, dua kota suci sedang menerapkan lockdown karena corona.

β€œ(Persiapan) jalan, kita sudah ada kontrak hotel di Mekkah dan Madinah, pesawat juga sudah ada yang di-booking, cuma pemerintah Saudi memerintahkan untuk menahan dulu untuk melihat perkembangan Covid-19, bukan membatalkan,” kata Tauhid.

Ia memastikan persiapan haji tahun ini sudah hampir rampung jika tidak ada instruksi penundaan. Rencananya Kerajaan Arab Saudi akan memberikan keputusan mengenai pelaksanaan haji pada bulan Ramadhan tahun ini atau sekitar akhir april atau medio Mei 2020.

Lebih lanjut, Tauhid menuturkan para calon jamaah memiliki niat yang sangat besar untuk berangkat haji meskipun ada pandemi corona. Namun mereka harus mengikuti kebijakan pemerintah Indonesia dan Saudi demi keselamatannya sendiri. Ia meyakini apapun keputusannya pasti itu yang terbaik.

Di Arab Saudi terdapat ribuan warga yang terinfeksi Covid-19, puluhan di antaranya meninggal dunia. Sementara jumlah kasus di seluruh dunia trennya terus naik. Lalu di Indonesia sebagai penyumbang jamaah haji terbanyak, terdapat 6.248 warga yang positif corona dan 535 di antaranya meninggal dunia atau jumlahnya meningkat setiap hari.

Berdasarkan data-data inilah Arab Saudi mengimbau umat muslim dari berbagai negara tidak buru-buru mempersiapkan layanan haji, sebab petugas di Tanah Suci juga masih berkoordinasi dengan kementerian kesehatan dalam memastikan jaminan kesehatan warga setempat maupun jamaah yang akan berdatangan.

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menegaskan, apabila pemerintah Arab Saudi memutuskan tidak akan mengizinkan penyelenggaraan ibadah haji, maka berarti pelaksanaan ibadah haji tahun 2020 ini dipastikan tidak ada dampak virus corona.

Kalaupun tetap diadakan, sambung Anwar, jamaah yang berangkat tentu pasti akan mengalami banyak hambatan di perjalanan. "Kalaupun ada kemungkinan besar jumlah jamaah hajinya akan dikurangi sampai ketingkat yang mereka anggap aman," ujar Anwar kepada Okezone, Sabtu (18/4/2020).

Sumber : Okezone.com