Korsel Temukan Kemungkinan Virus Corona Bisa Aktif Lagi di Pasien yang Sembuh

Suasana penyemprotan di jalan Kota Pohang, Korea Selatan - Bloomberg /SeongJoon Cho
10 April 2020 12:07 WIB Fitri Sartina Dewi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Perkembangan kasus Covid-19 di Korea Selatan terus dianalisis. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan menyatakan virus Corona kemungkinan bisa aktif kembali pada orang yang sebelumnya telah dinyatakan sembuh dari infeksi virus tersebut. 

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan (CDC) mengungkapkan pada Senin (6/4/2020) bahwa sekitar 51 pasien yang digolongkan telah sembuh di Korea Selatan, telah dites positif lagi.

Direktur Jenderal CDC Korea Jeong Eun-kyeong mengatakan daripada terinfeksi lagi, virus mungkin telah diaktifkan kembali pada orang-orang tersebut mengingat mereka dites positif lagi tak lama setelah dibebaskan dari karantina. 

"Meskipun kami lebih menekankan reaktivasi sebagai penyebab yang mungkin, kami sedang melakukan studi komprehensif tentang ini. Ada banyak kasus ketika seorang pasien selama perawatan akan menguji negatif satu hari dan positif di hari lainnya,” ujar Jeong seperti dilansir Bloomberg, Kamis (9/4/2020). 

Seorang pasien dianggap sepenuhnya pulih ketika dua tes dilakukan dengan interval 24 jam menunjukkan hasil negatif. 

Jeong menyatakan bahwa CDC Korea akan melakukan penyelidikan epidemiologis terhadap kasus-kasus itu. 

Korea Selatan adalah salah satu negara paling awal yang menyaksikan wabah virus Corona berskala besar, tetapi negara itu hanya mencatatkan kasus 200 kematian dan jumlah kasus baru yang menurun setelah sempat memuncak hingga mencapai 1.189 pada 29 Februari. 

Untuk mencegah penyebaran virus Corona, Korea Selatan memilih untuk melakukan program pemeriksaan Covid-19 secara massal tanpa menjalankan opsi mengunci wilayah atau menutup bisnis. 

Ketakutan akan infeksi ulang pada pasien yang pulih juga meningkat di Cina, tempat virus tersebut pertama kali muncul pada Desember lalu, setelah laporan bahwa beberapa orang dinyatakan positif lagi dan bahkan meninggal karena penyakit tersebut setelah sebelumnya diduga sembuh dan meninggalkan rumah sakit. 

Ada sedikit pemahaman tentang mengapa ini terjadi, tetapi beberapa pihak percaya bahwa masalahnya mungkin terletak pada ketidakkonsistenan dalam hasil tes. 

Hingga Rabu (8/4/2020), Korea Selatan memiliki 10.384 kasus virus, dengan 6.776 yang telah sembuh dan pulang dari rumah sakit.

Epidemiolog di seluruh dunia saat ini tengah berlomba untuk mencari tahu lebih banyak tentang virus yang menyebabkan Covid-19. Korea merupakan salah satu negara yang berada di garis terdepan untuk melacak kasus-kasus penularan Covid-19 dari orang tanpa gejala.

Sumber : Bisnis.com/Bloomberg