Pemerintah Diminta Jamin Distribusi Pangan jika Akan Terapkan Lockdown

Petugas memeriksa peti kemas sebelum dimuat di atas truk di Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (13/2/2020). - Antara / Didik Suhartono
18 Maret 2020 23:07 WIB Rinaldi Mohammad Azka News Share :

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menilai karantina wilayah atau lockdown harus mempertimbangkan kelancaran arus distribusi bahan pangan pokok maupun bahan baku.

Wakil Ketua Aptrindo Kyatmaja Lookman menilai pilihan lockdown harus sangat dipertimbangkan oleh pemerintah, karena konsekuensinya adalah pemberian jaminan pasokan pangan bagi masyarakat. Adapun, daya tahan pangan dalam negeri dinilai kurang kuat.

"Jika benar akan dilakukan lockdown, aktivitas distribusi tentu tidak boleh berhenti terutama bagi barang pokok dan penting. Dengan demikian, harus ada pengaturan mekanisme distribusi yang jelas," kata Kyatmaja, Rabu (18/3/2020).

Kendati demikian, lanjutnya, hingga saat ini pembahasan mengenai mekanisme distribusi jika dilakukan skenario karantina wilayah belum dibicarakan oleh pemerintah kepada swasta bidang logistik terutama jalur darat.

Menurutnya, pengusaha truk harus tetap menjalankan pekerjaannya dalam situasi wabah corona. Jika berhenti, maka dikhawatirkan pasokan barang akan tersendat dan berisiko memunculkan kelangkaan.

Sementara itu, Ketua DPP Aptrindo Gemilang Tarigan mengatakan lockdown berpotensi membuat terjadinya kekacauan yang tidak terduga karena daya tahan ekonomi yang belum siap.

"Kalau itu terjadi maka bisa terjadi kekacauan yang tidak bisa kita duga. Daya tahan ekonomi Indonesia tidak siap," kata dia kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia