Tak Punya Riwayat ke Luar Negeri, Pasien yang Meninggal karena Corona di Semarang Pergi ke Jogja Belum Lama Ini

Ilustrasi - Reuters/Dado Ruvic
17 Maret 2020 19:27 WIB Imam Yuda Saputra News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG—Kasus kematian akibat virus Corona (Covid-19) di Jawa Tengah (Jateng) bertambah. Satu pasien yang telah dinyatakan positif terinfeksi Corona saat tengah menjalani perawatan di RSUP Dr. Kariadi, Semarang, meninggal dunia, Selasa (17/3/2020) dini hari pukul 03.48 WIB. Pasien tersebut belum lama ini bepergian di Jogja.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, Yulianto Prabowo, mengatakan sebelum menjalani perawatan di RSUP dr. Kariadi, pasien tersebut sempat dirawat di dua rumah sakit milik swasta di Kota Semarang.

“Dia sempat dirawat di dua rumah sakit milik swasta karena penyakit yang lain. Baru tanggal 10 [Maret] dirawat di RSUP dr. Kariadi. Tadi, sore [Senin,16 Maret], kami dapat hasil tesnya kalau dia positif Covid-19,” kata Yulianto, Selasa.

Yulianto menyatakan pasien tersebut tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri. Meski demikian, pasien memiliki mobilitas yang tinggi dengan riwayat perjalanan ke berbagai daerah dalam waktu dekat ini, seperti Jakarta, Jogja, dan Bali.

“Dia warga asli Kota Semarang. Usianya 43 tahun,” tegas Yulianto.

Yulianto menambahkan total hingga saat ini sudah ada 69 pasien dalam pengawasan atau suspect virus Corona yang telah dirawat di Jateng. Dari jumlah sebanyak itu, 24 orang di antara mereka sudah dinyatakan sembut. Tiga orang di antaranya meninggal dunia, tapi bukan karena Covid-19.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan  sudah ada dua orang di Jateng yang meninggal dunia akibat terjangkit Corona.

Sebelumnya, pasien Covid-19 yang tengah menjalani isolasi di RSUD Dr. Moewardi Solo meninggal dunia Rabu (11/3/2020) siang.

“Jadi, hingga hari ini total sudah ada enam pasien di Jateng yang dinyatakan positif virus corona. dua orang meninggal dunia, sedangkan empat orang lainnya masih dirawat: dua di Solo, satu di Semarang, dan satu di RSUD Tidar Magelang,” ucap Ganjar.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia