Positif Corona, Menteri Perhubungan Sempat Rapat Kabinet Duduk Dekat Panglima TNI

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat menyampaikan materi di pembekalan wisuda Pascasarjana UGM, di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, Selasa (22/1/2019). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
14 Maret 2020 23:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat mengikuti rapat kabinet pada pekan lalu. Menhub kini dinyatakan positif terinfeksi corona.

Sebelum pemerintah mengungkapkan Menteri Perhubungan atau Menhub Budi Karya Sumadi positif corona, sempat ada rapat terbatas (ratas) kabinet pada 11 Maret. Ratas itu dihadiri oleh sejumlah menteri termasuk Budi Karya Sumadi.

Berikutnya, dia sempat dirawat di sebuah rumah sakit (RS) swasta sebelum diisolasi di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta. Meski demikian, pemerintah belum mengungkapkan rumah sakit mana yang merawat Budi sebelum RSPAD.

Namun ada satu pertanyaan lain yang belum terjawab, yaitu siapa saja yang pernah mengalami kontak dengan Menhub saat virus corona itu dalam masa inkubasi.

Kabar yang tersiar, ada rapat terbatas (ratas) kabinet pada 11 Maret 2020 dan dihadiri oleh Budi Karya Sumadi. Sedangkan diketahui bahwa sudah dua pekan Budi Karya lebih banyak tidak tampak beraktivitas di kantornya.

Artinya, Menhub menghadiri rapat tiga hari sebelum diumumkan positif corona. Kebetulan saat itu, Budi Karya Sumadi duduk di antara Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto.

Ketua Satgas Covid-19, Zubairi Djoerban, menyarankan adanya pemeriksaan terhadap orang-orang yang menghadiri ratas tersebut, khususnya yang berada di jarak 2 meter dari Budi.

"Jarak 2 meter harus diperiksa. Kecuali kalau Pak Budi ini super spreader, dia bisa menularkan ke lebih banyak orang," kata Zubairi.

Terungkapnya status Menhub Budi Karya Sumadi positif corona juga menjadi sinyal siapapun bisa terinfeksi virus corona, termasuk orang-orang di sekitar ring 1 Istana. Badan Intelijen Negara (BIN) menyatakan perlunya penelusuran dengan siapa saja Budi Karya melakukan kontak dalam dua pekan ini.

Penelusuran
Direktur Komunikasi dan Informasi BIN, Wawan H Purwanto, mengungkapkan perlunya hal itu untuk membatasi penyebaran.

"Dengan terungkapnya hal ini, maka harus di-trace dia berhubungan dengan siapa saja. Ini adalah upaya untuk membatasi, dengan pemeriksaan intensif untuk mencegah penyebaran," kata Wawan yang ditayangkan live oleh Kompas TV, Sabtu (14/3/2020) malam.

Sesuai protokol, jika di sebuah tempat ada orang yang terkena Covid-19, maka harus diberi desinfektan. Selain itu siapapun yang hadir di situ juga harus diperiksa. Lebih lanjut, mereka yang ada kontak harus ditelusuri.

Sebelumnya, Wakil Direktur RSPAD, Albertus Budi Sulistia, mengungkapkan Menhub Budi Karya Sumadi positif corona dan menjadi kasus 76.

"Hasil lab conform dengan Covid-19. Atas izin keluarga kami tadi sudah memberikan inform consent, idealnya yang menyampaikan adalah keluarga. Namun karena beliau mendelegasikan kepada mensesneg dan saya sebagai wakil direktur RSPAD, pasien 76 tersebut adalah salah satu pejabat kementerian," kata dia.

"Jadi awalnya beliau dirawat dengan gejala penyerta di RS swasta. Namun setelah perkerbambangan beliau sesak nafas. Lalu dilakukan pemasangan beberapa alat medik. Saat ini beliau kita rawat di rspad, sore tadi ada perbaikan kondisi beliau."

Sumber : Solopos.com