Advertisement
Positif Corona, Menteri Perhubungan Sempat Rapat Kabinet Duduk Dekat Panglima TNI
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat menyampaikan materi di pembekalan wisuda Pascasarjana UGM, di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, Selasa (22/1/2019). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat mengikuti rapat kabinet pada pekan lalu. Menhub kini dinyatakan positif terinfeksi corona.
Sebelum pemerintah mengungkapkan Menteri Perhubungan atau Menhub Budi Karya Sumadi positif corona, sempat ada rapat terbatas (ratas) kabinet pada 11 Maret. Ratas itu dihadiri oleh sejumlah menteri termasuk Budi Karya Sumadi.
Advertisement
Berikutnya, dia sempat dirawat di sebuah rumah sakit (RS) swasta sebelum diisolasi di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta. Meski demikian, pemerintah belum mengungkapkan rumah sakit mana yang merawat Budi sebelum RSPAD.
Namun ada satu pertanyaan lain yang belum terjawab, yaitu siapa saja yang pernah mengalami kontak dengan Menhub saat virus corona itu dalam masa inkubasi.
Kabar yang tersiar, ada rapat terbatas (ratas) kabinet pada 11 Maret 2020 dan dihadiri oleh Budi Karya Sumadi. Sedangkan diketahui bahwa sudah dua pekan Budi Karya lebih banyak tidak tampak beraktivitas di kantornya.
Artinya, Menhub menghadiri rapat tiga hari sebelum diumumkan positif corona. Kebetulan saat itu, Budi Karya Sumadi duduk di antara Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto.
Ketua Satgas Covid-19, Zubairi Djoerban, menyarankan adanya pemeriksaan terhadap orang-orang yang menghadiri ratas tersebut, khususnya yang berada di jarak 2 meter dari Budi.
"Jarak 2 meter harus diperiksa. Kecuali kalau Pak Budi ini super spreader, dia bisa menularkan ke lebih banyak orang," kata Zubairi.
Terungkapnya status Menhub Budi Karya Sumadi positif corona juga menjadi sinyal siapapun bisa terinfeksi virus corona, termasuk orang-orang di sekitar ring 1 Istana. Badan Intelijen Negara (BIN) menyatakan perlunya penelusuran dengan siapa saja Budi Karya melakukan kontak dalam dua pekan ini.
Penelusuran
Direktur Komunikasi dan Informasi BIN, Wawan H Purwanto, mengungkapkan perlunya hal itu untuk membatasi penyebaran.
"Dengan terungkapnya hal ini, maka harus di-trace dia berhubungan dengan siapa saja. Ini adalah upaya untuk membatasi, dengan pemeriksaan intensif untuk mencegah penyebaran," kata Wawan yang ditayangkan live oleh Kompas TV, Sabtu (14/3/2020) malam.
Sesuai protokol, jika di sebuah tempat ada orang yang terkena Covid-19, maka harus diberi desinfektan. Selain itu siapapun yang hadir di situ juga harus diperiksa. Lebih lanjut, mereka yang ada kontak harus ditelusuri.
Sebelumnya, Wakil Direktur RSPAD, Albertus Budi Sulistia, mengungkapkan Menhub Budi Karya Sumadi positif corona dan menjadi kasus 76.
"Hasil lab conform dengan Covid-19. Atas izin keluarga kami tadi sudah memberikan inform consent, idealnya yang menyampaikan adalah keluarga. Namun karena beliau mendelegasikan kepada mensesneg dan saya sebagai wakil direktur RSPAD, pasien 76 tersebut adalah salah satu pejabat kementerian," kata dia.
"Jadi awalnya beliau dirawat dengan gejala penyerta di RS swasta. Namun setelah perkerbambangan beliau sesak nafas. Lalu dilakukan pemasangan beberapa alat medik. Saat ini beliau kita rawat di rspad, sore tadi ada perbaikan kondisi beliau."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
- Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Arus Balik Lebaran DIY Terbagi Dua Gelombang, Dishub Siaga
- Libur Lebaran 2026, Kunjungan Wisata Sleman Justru Menurun
- Layanan Satpas SIM DIY Kembali Beroperasi Pascalibur Lebaran 2026
- Wisata Gunungkidul Diprediksi Ramai hingga Akhir Pekan
- Samsat DIY Buka Kembali Seusai Libur Lebaran, Bebas Denda Pajak Motor
- Jadwal KA Bandara YIA Hari Ini Kamis 26 Maret 2026 Terbaru
- Bantul Pasang 25 LPJU Danais di Parangtritis dan Imogiri
Advertisement
Advertisement








