Advertisement

Akibat Corona, Perhotelan Mulai Rumahkan Pegawai

Dewi Aminatuz Zuhriyah
Kamis, 12 Maret 2020 - 21:27 WIB
Budi Cahyana
Akibat Corona, Perhotelan Mulai Rumahkan Pegawai Ketua Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia Hariyadi Sukamdani menjawab pertanyaan wartawan seusai memberikan keterangan pers mengenai dampak virus corona pada sektor pariwisata, di Jakarta, Kamis (12/3/2020). Sektor pariwisata nasional berpotensi kehilangan devisa senilai US530 juta akibat adanya virus corona. Kemenparekraf merencanakan insentif tiket pesawat untuk mendorong peningkatan wisatawan nusantara. - JIBI/Bisnis.com/Triawanda Tirta Aditya

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA—Penyebaran virus Corona berdampak pada anjloknya okupansi hotel di beberapa daerah. Akibatnya, beberapa hotel menawarkan cuti hingga merumahkan pekerja hariannya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengakui industri perhotelan sangat terpukul dengan pandemi Corona.

Advertisement

Menurutnya, di Jakarta tingkat okupansi perhotelan hanya mencapai 30 persen. Menurutnya, jika okupansi hotel telah mencapai 30 persen, dampaknya perhotelan harus menekan biaya operasional termasuk pengeluaran untuk membayar pekerja hotel.

Dia menjelaskan, di industri perhotelan ada tiga kategori jenis karyawan yaitu pekerja harian, kontrak dan tetap.  

Dengan adanya wabah corona, membuat perhotelan mulai melakukan penghentian penggunaan pekerja harian. Sedangkan untuk pekerja kontrak dan tetap diberikan waktu kerja namun dilakukan secara bergiliran.

Nah yang sekarang terjadi daily worker tidak dipakai. Sementara yang karyawan kontrak dan permanen, itu sudah mulai mereka itu masuknya giliran. Sebab perusahaan sedang jaga cash flow. Kalau masuk semua [pekerjanya] maka pengeluarannya [biaya tenaga kerja]100 persen, sekarang perusahaan coba jaga [pengeluaran tenaga kerja] di angka 50 persen,” kata Hariyadi, Kamis (12/3).

Di sisi lain, Hariyadi mengatakan skema insentif berupa penanggungan pajak hotel oleh pemerintah sampai saat ini masih belum dirasakan oleh pengusaha hotel.

Adapun Hariyadi mengatakan semula pihaknya menargetkan adanya pertumbuhan okupansi sebesar 10 hingga 12 persen pada 2020.

Namun, dikarenakan adanya wabah virus corona, maka target pertumbuhuan okupansi tersebut dikoreksi menjadi hanya sebesar 5 persen.

“[Pertumbuhan 5 persen] Itu pun, jika stimulus yang diberikan oleh pemerintah sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Jangan Terlewat KIP Kuliah 2026 Dibuka Ini Jadwal dan Cara Daftar

Jangan Terlewat KIP Kuliah 2026 Dibuka Ini Jadwal dan Cara Daftar

Jogja
| Sabtu, 04 April 2026, 20:37 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement