20 Dewan Hakim MTQ Magelang Dikukuhkan, Siap Menilai 443 Peserta
Kabupaten Magelang mengukuhkan 20 dewan hakim untuk menilai 443 peserta MTQ, MQK, dan Festival Rebana 2026.
Ilustrasi pembunuhan/JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA - APA, bocah cilik enam tahun tewas di tangan NF, gadis pembunuh asal Sawah Besar, Jakarta Pusat. Ayah APA berharap pelaku dihukum mati.
Ayah korban berinisal K, 40, berharap agar NF diberikan hukuman berat atas perbuatannya. Bahkan, K meminta agar NF dihukum mati.
"Kalau saya sih berharap karena memang ini sudah pembunuhan ya ada hukuman buat dia. Hukuman setimpal. Ya paling tidak hukuman mati lah," kata K saat dijumpai di kediamannya di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020).
K mengaku tak menyangka kalau NF yang membunuh buah hatinya. Sebab, APA hampir setiap hari bermain dengan adik dari NF.
Bahkan, K sudah mengenal sosok gadis pembunuh NF sedari dia kecil. Meski tak mengenal lebih jauh, setidaknya K kerap bertemu dengan NF sebab rumah keduanya berdekatan.
"Saya tidak nyangka dia bisa bunuh anak saya. Soalnya sudah lama anak saya main dirumah dia. Jadi saya sudah tahu dia [NF] dari kecil," sambungnya.
K mengakui, buah hatinya memang sering bermain dengan adik dari NF. Dalam hal ini, korban hanya bermain ke rumah NF kalau adik dari NF sedang di sana.
"Kalau anak saya memang akrab sama adik pelaku. Kan seumuran sama anak saya. Kalau nggak ada dia [adik pelaku] anak saya juga tidak berani main. Dia lebih asik main sama yang seumuran," tutup K.
Sebelumnya, pada Kamis (5/3/2020) sore, hasrat dalam diri NF sudah tidak terbendung lagi. Saat itu, di rumahnya hanya ada dia dan korban berinsial APA.
Oleh NF, korban diminta untuk mengambil mainan yang berada di dalam bak kamar mandi. Setelah bocah nahas tersebut berada di dalam bak, NF lantas menengelamkannya.
Tak hanya ditenggelamkan, NF juga mencolok leher korban saat berada di dalam bak. Setelah bocah itu lemas, NF lantas membawa korban keluar dari dalam bak.
Namun, darah keluar dari hidung korban. NF lantas menyumpal hidung korban menggunakan tisu dan mengikatnya.
Semula, NF hendak membuang korban yang sudah lemas tak berdaya. Karena hari sudah sore, maka NF menyimpan bocah tersebut ke dalam lemari.
Pada Jumat (6/3/2020) pagi, NF kebingungan ihwal lokasi pembuangan jasad korban. Saat itu, NF hendak berangkat ke sekolah. Dalam perjalanan, dia mengganti seragam sekolahnya dengan pakaian lain dan melapor ke Polsek Metro Taman Sari.
Dalam ungkap kasus yang di helat di Mapolrestro Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020), polisi belum menghadirkan NF, orang tua NF, hingga pakar psikologi. Untuk itu, polisi belum bisa berbicara lebih jauh ihwal kondisi psikologi NF.
Peringatan Redaksi: artikel ini berisi rincian serangan, sehingga diminta kebijaksaan para pembaca. Semuanya untuk memberi detail modus pelaku pembunuhan agar setiap orang bisa senantiasa waspada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kabupaten Magelang mengukuhkan 20 dewan hakim untuk menilai 443 peserta MTQ, MQK, dan Festival Rebana 2026.
Produktivitas padi di Bantul diklaim meningkat hingga lebih dari 10 ton per hektare dengan sistem tanam benih langsung atau Tabela.
TNI melaporkan tiga terduga anggota OPM tewas dalam kontak tembak di Maybrat, Papua Barat Daya. Identitas dua korban masih diverifikasi.
Kulonprogo kekurangan ratusan guru SD-SMP. Disdikpora memprioritaskan penataan SDM sebelum mengusulkan rekrutmen baru.
RSUD Muntilan menguji Dashboard DIAMOND di empat instalasi untuk mengintegrasikan pelaporan, memantau kinerja, dan mendukung keputusan berbasis data.
Kapolri Suyudi Ario Seto memimpin sertijab Irwasum Polri dan empat Kapolda, termasuk pejabat baru untuk Metro Jaya, Maluku, Jatim, dan Bali.