Corona Merebak, Indonesia Diprediksi Kehilangan Devisa Pariwisata Rp10,5 Triliun

Komodo menjadi primadona di Pameran Wisata Internasional di Budapest. - KBRI Budapest
06 Maret 2020 21:47 WIB Feni Freycinetia Fitriani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kepala Ekonom Bank Danamon Wisnu Wardhana mengatakan penyebaran virus Corona (Covid-19) akan berdampak pada cadangan devisa yang diterima Indonesia. Pemerintah diprediksi kehilangan devisa cukup besar dari sektor pariwisata lantaran anjloknya angka kunjungan wisatawan asing, khususnya dari China.

"Perhitungan kami terkait devisa pariwisata, yang akan turun sebesar US$730 juta [atau setara Rp10,5 triliun] sepanjang 2020," katanya ketika dihubungi, Jumat (6/3/2020).

Meski demikian, dia menuturkan prediksi tersebut menjadi seimbang dengan kontraksi di neraca perdagangan. Wisnu memproyeksikan ekspor akan mengalami penurunan sebesar 5,3 persen pada ekspor dan impor melorot hingga 7,7%.

Dia menilai otoritas keuangan diharapkan dapat menjaga stabilitas imbal hasil (yield) dan aset berharga di pasar keuangan. Hal itu dilakukan agar Indonesia tetap menarik di mata investor asing dibandingkan dengan negara lain.

Penurunan suku bunga The Fed sebesar 50 bps, lanjutnya, akan membuat pasar keuangan Indonesia dapat menggeliat setelah terkapar di zona merah beberapa hari lalu.

"Paling tidak dalam 3 hari terakhir sudah kembali terlihat minat investor asing ke aset keuangan Indonesia. Penurunan suku bunga acuan The Fed turut berdampak pada valuasi aset," imbuhnya.

Selain menjaga stabilisasi yield, dia juga meminta pemerintah dan otoritas terkait mampu menyebarkan komunikasi yang efektif dan efisien terkait penanganan kasus Covid-19 di Indonesia.

Kementerian Kesehatan melakukan pengembangan dari dua kasus pertama infeksi virus Corona atau Covid-19 di Indonesia. Hingga siang ini, Jumat (6/3/2020), tercatat 4 orang yang diduga kuat positif terinfeksi virus Corona.

"Semakin masyarakat, dunia usaha, dan investor yakin bahwa kasus ini ditangani dengan baik, semakin rendah volatilitas yang terjadi di pasar keuangan domestik," ungkap Wisnu.

Berdasarkan data BPS, jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia sepanjang 2019 mencapai 16,1 juta kunjungan. Realisasi tersebut naik 1,88 persen dibandingkan dengan kedatangan turis asing pada 2018 yang berjumlah 15,8 juta kunjungan. 

Adapun, jumlah turis China yang datang ke Indonesia pada tahun lalu mencapai 2,07 juta kunjungan. Jumlah tersebut mengalami penurunan 3,14 persen atau 670.000 kunjungan. 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia