BNBP Minta Warga Galakkan Kerja Bakti untuk Mencegah Banjir

Warga melintasi banjir yang menggenangi Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta, Selasa (25/2/2020). Hujan yang mengguyur Jakarta sejak dini hari membuat sejumlah wilayah di Ibu Kota terendam banjir. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
29 Februari 2020 18:37 WIB Yudi Supriyanto News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Banjir yang terjadi di berbagai daerah di musim hujan ini membuat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menilai perlu ada kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan untuk mengantisipasinya.

Deputi Sistem dan Strategi BNPB Bernadus Wisnu Widjaja mengatakan pihaknya meminta masyarakat menggiatkan kembali program kerja bakti di lingkungannya sendiri. 

"Dengan membersihkan drainase, selokan, saluran air dan sungai di sekitar kita, menghindari buang sampah ke sungai yang dapat menyumbat aliran air," kata Wisnu dalam siaran pers, Sabtu (29/2/2020).

Berdasarkan kajian lapangan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, lanjutnya, masyarakat dinilai perlu menjaga lingkungan guna menghindari banjir.

Dalam kajian tersebut, banjir pada 23 Februari 2020 terjadi di 83 titik. Dari sejumlah titik tersebut, 85,54 persen atau 71 titik disebabkan karena drainase, sedangkan sisanya sistem sungai. 

Pada 24 Februari 2020, banjir terjadi di 76 titik, dengan rincian karena drainase 65 persen atau 30 titik, sisanya sistem sungai.

Pihaknya mencatat sebanyak 652 bencana terjadi dari awal tahun hingga Februari 2020 dengan jumlah korban jiwa sebanyak 123 orang, dua orang hilang, dan lebih dari 1,4 juta jiwa mengungsi. 

Sejumlah korban jiwa yang diakibatkan bencana hidrometeorologi, yakni mencapai 99,85 persen. Bencana hidrometeorilogi seperti banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor.

Bencana ini diprediksi masih akan mendominasi hingga Maret 2020. BNPB memerinci korban jiwa akibat banjir berjumlah 102 orang, longsor 16 orang, dan puting beliung 4 orang. 

Sumber : Bisnis.com