265 Sekolah Rakyat Berdiri di 131 Daerah hingga Oktober 2026
Teddy Indra Wijaya menyebut 265 Sekolah Rakyat telah berdiri di 131 kabupaten/kota hingga Oktober 2026 untuk memperluas akses pendidikan.
Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, Provinsi Hubei, China berjalan menuju pesawat udara usai menjalani masa observasi di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Sabtu (15/2/2020)./ ANTARA - Muhammad Adimaja
Harianjogja.com, JAKARTA – Virus Corona (Covid-19) telah menyebar ke banyak negara di seluruh dunia. Namun, Indonesia masih nihil. Selain masih nihil soal kasus virus corona, Indonesia juga pengalaman nihil dalam serangam virus Zika dan MERS.
Dengan fakta itu, Ketua Tim Riset CoV-Formulasi Vaksin Profesor Nidom Foundation (PNF) Chaerul Anwar Nidom, mengatakan bahwa belum adanya kasus Covid-19 ditemukan di Indonesia bukanlah masalah. Menurutnya, yang terpenting baginya adalah transparansi mengenai penanganannya.
Selain itu, Indonesia memiliki jumlah kasus yang relatif rendah untuk pandemi flu babi atau H1N1, SARS, dan sebagainya. Namun, Indonesia pernah ada wabah yang mengkhawatirkan, yaitu saat flu burung, dengan jumlah kematian tertinggi, sebelum disusul Mesir.
“Bahkan lebih tinggi daripada Vietnam dan Thailand dan angka kematian pernah 100 persen,” katanya saat dihubungi Jumat, (28/2).
Hingga 28 Februari 2020, Covid-19 sudah menewaskan 2.858 orang mayoritas China daratan dan dikonfirmasi 83.079 kasus terinfeksi di sekitar 53 negara di dunia. Namun, Indonesia menjadi salah satu negara yang tidak terkonfirmasi virus corona yang berawal dari Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, itu.
Nidom, yang juga Guru Besar Biokimia dan Biologi Molekuler, memiliki hipotesis dalam menanggapi kebalnya masyarakat Indonesia dan mengkhawatirkan beberapa virus. Pertama, karena faktor genetik yang berkaitan dengan reseptor.
“Jadi, tempat penempelan virus atau kuman yang tidak sesuai dengan virus Zika, MERS atau COVID-19 tapi dengan virus flu atau Flu Burung sesuai,” katanya menjelaskan.
Dan hipotesis kedua adalah dari segi nutrigenomik, yaitu makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat Indonesia bisa mengurangi akibat infeksi virus.
“Jadi, seperti empon-empon atau curcumin yang menjadi konsumsi masyarakat, sehingga secara tidak langsung mencegah akibat infeksi virus corona,” tutur Nidom.
Di media sosial juga banyak yang mengatakan sebab Indonesia tidak terserang Covid-19 adalah karena faktor genetik, sebab Indonesia memiliki gen Afrika, yang juga dikabarkan belum terpapar virus itu.
Namun, Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (PP IAKMI) yang sekaligus epidemiolog dari Universitas Indonesia, Syahrizal Syarif, belum bisa memastikannya sebab belum ada penelitian dan data yang akurat tentang fenomena ini.
“Sampai sekarang, belum ada yang bisa membuktikan mengapa belum ada kasus COVID-19 di Indonesia. Kalaupun itu genetik karena ada keturunan Afrika, semuanya tetap harus dibuktikan dari penelitian,” katanya.
Syahrizal pun tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah lantaran faktor gen yang dianggap kuat menjaga tubuh dari COVID-19. Sebaliknya, dalam melawan virus corona, ia meminta agar masyarakat senantiasa melakukan gaya hidup sehat.
“Saya tidak bisa bilang itu hoaks. Tapi, yang terpenting kita jangan jadi merasa kuat dan tidak melakukan antisipasi,” ungkapnya. “Entah genetik apapun kalau kita hidup sehat, imunitas tubuh tinggi dan virus bisa diatasi.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Teddy Indra Wijaya menyebut 265 Sekolah Rakyat telah berdiri di 131 kabupaten/kota hingga Oktober 2026 untuk memperluas akses pendidikan.
Harga emas Pegadaian Kamis 29 Oktober 2026, Antam 1 gram Rp2.609.000, Galeri 24 Rp2.499.000, dan UBS Rp2.524.000.
Timnas Indonesia U-15 mengalahkan Panama 5-3 pada babak 16 besar Tier C Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA 2026.
BP Tapera mengajak generasi muda memanfaatkan KPR subsidi dengan cicilan ringan, bunga tetap, dan tenor hingga 40 tahun.
Jhonlin Agro Raya (JARR) mencatat penjualan Rp3,52 triliun dan laba bersih Rp349,26 miliar hingga September 2026.
Liverpool menyingkirkan Chelsea lewat adu penalti 6-5, sedangkan Manchester City mengalahkan Brighton 4-3 untuk melaju ke perempat final Carabao Cup 2026/2027.