Naik Lion dan Garuda, Pasien Terjangkit Virus Corona Bulan Lalu Sempat Berlibur ke Bali

Aktivitas petugas medis saat menangani pasien virus Corona di rumah sakit di Wuhan, Cina, 25 Januari 2020. - THE CENTRAL HOSPITAL OF WUHAN VIA WEIBO via REUTERS
13 Februari 2020 03:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Seorang pasien terjangkit virus corona bulan lalu dikabarkan berlibur ke Bali.

Huainan Center for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan seorang pasien positif terjangkir virus corona (COVID-19) pernah mengunjungi Bali, Indonesia, akhir bulan lalu.

Pasien tersebut terbang dengan penerbangan Lion Air JT2618 dari Wuhan.

Melalui unggahan Weibo, Kamis (6/2/2020), pihak berwenang Anhui, Cina, melalui Huainan CDC, menyebut pasien bernama Jin itu berkunjung ke Bali pada 22 Januari. Ia tinggal di Bali sekitar seminggu.

Jin tercatat kembali ke Shanghai pada 28 Januari memakai penerbangan Garuda Indonesia GA858.

Pasien tersebut diidentifikasi terinfeksi virus corona pada 5 Februari oleh Huainan CDC, demikian menurut unggahan Weibo.

"Untuk penumpang pada penerbangan yang disebutkan di atas, mohon segera memberlakukan tindakan pencegahan," tulis pemerintah Anhui di akun Weibo-nya.

"Tolong jangan keluar sebentar dan jika kalian demam, pergi ke rumah sakit terdekat. Tolong gunakan masker ketika bepergian ke pusat medis dan jangan menggunakan transportasi umum," tulisnya.

Klarifikasi Lion Air

Sementara itu, pihak Lion Air telah memberikan konfirmasi terkait dugaan adanya seorang penumpang positif virus corona dalam penerbangannya.

Berdasarkan rilis yang diterima Suara.com, Rabu (12/2/2020), pihak Lion Air mengklaim telah melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai prosedur kepada seluruh kru dan tamu.

Dalam penerbangan ini, Lion Air membawa dua pilot, satu kopilot, enam awak kabin, dua teknisi dan 188 penumpang.

"Sehubungan dengan informasi yang berkembang terkait satu penumpang dari Wuhan yang dikabarkan terindikasi virus corona, bahwa Lion Air menerima keterangan setelah seluruh awak pesawat dan penumpang dilakukan pemeriksaan, pengecekan oleh tim medis Kantor Kesehatan Pelabuhan/ KKP Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai dinyatakan tidak terindikasi (tidak memiliki tanda-tanda) terkena virus dimaksud," tulis Lion Air.

Maskapai swasta asal Indonesia ini juga mengaku telah melakukan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman (disinfectant spray) saat pesawat itu berada pada pelataran parkir bandar udara (apron).

Sebagai informasi, Lion Air rute tersebut mengoperasikan tiga kali layanan dalam seminggu, setiap Rabu, Jumat dan Minggu.

Lion Air pada (22/1/2020) masih melayani penerbangan yang membawa penumpang, JT-2619 Denpasar ke Wuhan dan penerbangan JT-2618 Wuhan ke Denpasar.

Pada Jumat (24/1/2020) dan Minggu (26/1/2020) operasional penerbangan Lion Air rute Denpasar ke Wuhan bertujuan untuk pemulangan penumpang.

Penerbangan Wuhan – Denpasar dioperasikan sebagai ferry flight yakni hanya membawa kru dan tidak menerbangkan penumpang.

Sesuai dengan pemberitahuan resmi otoritas setempat (notam) di Wuhan, bahwa status bandar udara hanya diperbolehkan melayani kedatangan (arrival), untuk keberangkatan (departure) tidak membawa penumpang serta sebagai alternatif pendaratan kondisi darurat (emergency landing).

Lion Air sudah melakukan penghentian/pembatalan sementara (suspend) penerbangan internasional pergi pulang (PP) rute Denpasar – Wuhan – Denpasar mulai Rabu (29/1/2020) hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Sumber : Suara.com