Atasi Konflik, Cak Imin Tekankan Pentingnya Dialog Antarnegara

Ketua Umum PKB Ahmad Muhaimin Iskandar saat menjadi Keynote Speech pada Forum Pertemuan Partai Politik seluruh dunia yang tergabung dalam Centris Democracy Internasional (CDI) di Hotel Hyatt Jogja, Jumat (24/1/2020). - Ist/Dok
24 Januari 2020 17:47 WIB Abdul Hamied Razak News Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar menekankan pentingnya mengelolaan perbedaan dan dialog damai untuk mencegah terjadi konflik kekerasan antar negara. Hal itu diungkap pada Forum Pertemuan Partai Politik seluruh dunia yang tergabung dalam Centris Democracy Internasional (CDI) di Hotel Hyatt Jogja, Jumat (24/1/2020).

Menurutnya, jika umat manusia tidak menemukan landasan bersama untuk mengelola perbedaannya melalui dialog damai, maka letusan konflik kekerasan tidak akan terhindarkan. Kondisi tersebut dinilai sebagai ancaman luar biasa bagi kemanusiaan dan bagi peradaban umat manusia.

"Seperti yang telah kita saksikan terjadi di seluruh dunia saat ini. Di mana pun kita mengalihkan pandangan, kita melihat agama, termasuk Islam, diperalat sebagai senjata untuk melayani tujuan dan agenda duniawi," ujar Cak Imin di Hotel Hyatt Jogja, Jumat (24/1/2020).

Cak imin menilai, amarah dan kebencian bisa menyebar dengan cepat dan bisa mengguncang negara-negara dunia ini disebabkan adanya konflik nilai-nilai dan benturan budaya yang dipicu oleh globalisasi. "Kita hidup di masa ketika batas-batas geografis dan jarak fisik tidak lagi menghalangi orang untuk saling bersinggungan kapan saja di seluruh dunia," ungkapnya.

Berlandaskan hal tersebut, Cak Imin menegaskan pentingnya membangun dialog lintas agama, lintas negara dan kebudayan untuk menciptakan harmonisasi dan kedamaian dunia.

"Sudah waktunya bagi orang-orang yang beritikad baik dari setiap agama dan bangsa untuk mengakui bahaya mengerikan mengancam umat manusia. Kita harus mengesampingkan pertengkaran internasional dan partisan kita, dan bergabung bersama untuk menghadapi bahaya yang ada di depan kita," ajaknya.