Advertisement
Penabrak Satpam Solo Paragon Mall Lantaran Ketahuan Mesum di Dalam Mobil ternyata PNS
Ilustrasi. - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO--Identitas penabrak satpam Solo Paragon Mall terungkap.
Seorang warga Gemolong, Sragen, Bekti Nugroho (40) menabrak petugas satpam Solo Paragon Mall setelah diduga berbuat mesum di tempat parkir. Pelaku diduga adalah seorang aparatur sipil negara (ASN).
Advertisement
Itu terungkap dari kartu surat izin mengemudi (SIM) A milik Bekti. Tertulis bahwa Bekti bekerja sebagai pegawai negeri.
"Diduga seorang ASN, karena dalam SIM-nya tertulis pegawai negeri," kata Kanit Reskrim Polsek Banjarsari AKP Mashuri di Solo, Sabtu (18/1/2020).
Namun polisi saat ini masih melakukan penyelidikan dan menunggu kondisi pelaku stabil. Sebab, pelaku sempat dihajar massa saat tertangkap di Sukoharjo.
Bekti diduga berbuat mesum bersama warga Pungkruk, Sragen, Desy Ita (27) di parkiran Solo Paragon Mall, Jumat (17/1) petang. Saat kepergok seorang satpam mal bernama Andika, pelaku langsung tancap gas.
Andika, yang berusaha menghentikan laju mobil Honda Jazz abu-abu berpelat nomor AD-8941-HN itu, malah ditabrak hingga jatuh. Tak cuma menabrak satpam, pelaku juga menabrak palang parkir saat melarikan diri.
"Petugas kami bawa ke rumah sakit. Beruntung, hanya luka ringan, sehingga menjalani rawat jalan," kata Chief Marcom Solo Paragon Mall, Veronica Lahji, Sabtu (18/1/2020).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Detik.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 21 Februari 2026, Lengkap Semua Stasiun
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo Sabtu 21 Februari 2026
- Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Jogja Sabtu 21 Februari 2026
- Liga Spanyol Pekan ke-25: Madrid dan Barcelona Hadapi Laga Krusial
- Liga Italia Pekan ke-26: Inter Berburu Kemenangan di Kandang Lecce
- Tokoh Politik DIY Yuni Astuti Resmi Jabat Komisaris Sinteniki
- 27 Ribu Aplikasi Pemerintah, Pakar: Integrasi Data Jadi PR Besar
Advertisement
Advertisement








