Advertisement
Kanada Harus Biayai Keamanan Harry & Meghan Sebesar Rp17,6 Miliar per Tahun
Pasangan baru menikah Duke dan Duchess of Sussex, Meghan Markle and Prince Harry, meninggalkan Kastil Windsor setelah upacara pernikahan untuk menghadiri resepsi di Frogmore House dengan tuan rumah Prince of Wales Windsor, 19 Mei 2018 - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Perpindahan Pangeran Harry dan Meghan Markle ke Kanada yang telah mendapatkan lampu hijau dari Ratu Elizabeth malah menghadirkan dilema.
Dikutip dari The Sun, warga Kanada kemungkinan harus membayarkan uang sebesar 1 juta paun atau Rp17,6 miliar per tahun yang akan dibebankan kepada warga sebagai pajak karena sudah menampung Meghan dan Pangeran Harry di negaranya.
Advertisement
Philippe Lagassé, seorang ahli monarki di Universitas Carleton Kanada mengatakan bahwa warga Kanada kemungkinan akan jengkel karena mereka diharuskan menanggung security costs atau biaya untuk keamanan Pangeran Harry dan Meghan Markle.
"Orang-orang yang peduli dengan kerajaan akan melihat ini sebagai hal yang baik. Sekarang pertanyaannya adalah siapa yang akan membayar biaya keamanan?” ujarnya dikutip dari The New York Times.
Bill Morneau, Menteri Keuangan Kanada mengatakan kepada wartawan pada hari Senin (13/1/2020), pemerintah belum memutuskan untuk membayarkan uang keamanan kepada Inggris terkait dengan keputusan kerajaan Inggris tersebut.
"Tidak, kami belum memikirkan masalah ini," katanya seperti dikutip oleh CBC.
“Kami ingin memastikan, sebagai anggota Persemakmuran Inggris [Commonwealth], kami memiliki peran. Kami belum melakukan diskusi mengenai hal tersebut saat ini,” ujar Bill.
Meski pasangan tersebut mengaku ingin berdikari secara finansial, bukan berarti mereka diizinkan untuk bekerja di Kanada.
Profesor Lagassé juga memberikan catatan, meskipun Ratu Elizabeth adalah nenek dari Pangeran Harry dan wajahnya ada di lembar uang 20 dolar Kanada, Ratu Elizabeth bukan warga negara Kanada. Dan meskipun statusnya adalah kepala negara Kanada, hal ini tidak secara otomatis menurun kepada cucunya.
Dia menambahkan Kanada memang menganut sistem monarki konstitusional, namun tidak sedikit warganya yang ingin meningkatkan sistem pemerintahannya karena penilaian kalau aturan persemakmuran Inggris adalah bagian dari sejarah.
"Saat ini, keluarga kerajaan Inggris tidak tinggal di sini dan tidak meminta biaya apapun dari Kanada. Tetapi jika mereka mengenakannya, maka sikap Kanada pun bisa berubah,” ujar Profesor Lagassé.
Kantor Perdana Menteri Justin Trudeau menolak berkomentar lebih jauh. Pada bulan Desember, saat Meghan dan Harry berlibur di Kanada, Justin menyambut hangat kedatangan keduanya.
"Kalian adalah bagian dari teman, dan selalu diterima di sini," tulisnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- IAEA Kecam Serangan Dekat PLTN Iran, Peringatkan Risiko Nuklir
- Serangan AS-Israel Tewaskan 5 Tentara Iran di Ardabil
- Hari Terakhir Pendaftaran! Cek Link Rekrutmen TPM P3TGAI 2026 Kemen PU
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
Advertisement
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Event Jogja April: Malam Ini, Guyon Waton dan NDX di Kridosono
- Potongan Jenazah Ditemukan di Kapal Thailand yang Diserang Rudal
- Dua Prajurit Masih Dirawat, KSAD Ungkap Situasi Terkini Lebanon
- Suhu Kawah Melonjak Radius Aman Gunung Slamet Diperluas
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Sultan HB X Minta Pengusutan Gugurnya Tiga Prajurit TNI
Advertisement
Advertisement








