2.888 BUM-Des Mati, Jokowi Minta Revitalisasi Total

Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas bertopik Penyaluran Dana Desa Tahun 2020 di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/12/2019). - Antara
11 Desember 2019 16:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Joko Widodo memerintahkan agar Badan Usaha Milik Desa (BUM-Des) direvitalisasi sebagai penggerak ekonomi di daerah.

“Saya minta BUM-Des di skilling up, mulai disambungkan, diintegrasikan dengan supply chain nasional,” kata Presiden dalam rapat terbatas bertopik Penyaluran Dana Desa Tahun 2020 di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/12).

Presiden mengatakan dia mendapatkan data sebanyak 2.188 BUM-Des tidak beroperasi. Sementara terdapat 1.670 BUM-Des yang beroperasi tetapi belum optimal memberikan kontribusi perekonomian bagi desa.

Presiden berharap BUM-Des dapat melalukan kemitraan dengan sektor swasta besar serta pemasaran produknya bisa tersambung dengan rantai pasok nasional.

“Mulai dibuka channel distribusi sehingga produk unggulan di desa bisa masuk ke marketplace baik marketplace nasional maupun global,” kata Jokowi.

Presiden mengatakan industrialisasi petdesaan harus dimulai sebagai penciptaan lapangan kerja besar-besaran di desa. Dalam rapat itu Presiden meminta penggunaan anggaran dana desa dapat dimaksimalkan membangun sarana dan prasarana ke sektor-sektor produktif seperti pengolahan pasca panen, industri kecil UMKM di desa, budi daya perikanan, dan desa wisata.

Dalam lima tahun, anggaran dana desa yang dialokasikan APBN sebesar Rp329 triliun. Lalu pada 2020 jumlah dana desa yang akan digelontorkan meningkat Rp2 triliun dari tahun 2019 menjadi Rp72 triliun.

“Dengan jumlah yang semakin meningkat, saya ingatkan penyalurannya efektif dan memiliki dampak signifikan kepada desa, terutama dalam percepatan pengembangan ekonomi produktif, menggerakan industri di pedesaan dan mengurangi angka kemiskinan di desa,” kata Jokowi.

Sumber : Antara