Ganjar Pranowo Tempeli Mobil Dinas Stiker Keramat

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menempelkan stiker antikorupsi di mobil dinas Pemprov/Ist
08 Desember 2019 23:37 WIB Media Digital News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG- Mobil dinas Pemprov Jawa Tengah (Jateng) ditempeli stiker keramat terkait dengn peringatan Hari Antikorupsi. Stiker itu bertuliskan "Nek Aku Korupsi Ora Slamet".

Stiker itu ditempelkan secara simbolis oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada mobil dinas yang diparkir di halaman Kantor Gubernur, Jl Pahlawan, Semarang, Minggu (8/12/2019). Tulisan pada stiker itu menjadi perhatian publik karena serupa doa dan sumpah. Artinya pemilik mobil sama saja menyumpahi dirinya sendiri bahwa kalau dia korupsi maka hidupnya tidak akan selamat.

Salah satu mobil dinas yang dipasangi stiker oleh Ganjar adalah mobil dinas Asisten 1 Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sarwa Pramana. Sebelum memasang stiker itu, Ganjar memanggil Sarwa.

"Ini mobil siapa, oh pak Asisten. Ayo sini pak, maju ke depan," kata Ganjar.

Kepada Sarwa, Ganjar, menjelaskan tujuan dari penempelan stiker antikorupsi itu. Selain untuk selalu mengingatkan, stiker tersebut lanjut Ganjar juga untuk doa seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jateng.

"Jadi ini untuk pengingat sekaligus doa, nek dhewe korupsi, berarti ora slamet [kalau kita korupsi, berarti kita tidak akan selamat]. Pak Sarwa siap kan?," tanya Ganjar.

"Siap pak," jawab Sarwa mantab.

Selain mobil Sarwa, sejumlah mobil dinas lain juga ditempeli stiker tersebut. Ganjar meminta para pelajar untuk menempelkan di kaca-kaca mobil.

"Yang rapi ya, ayo tempel satu-satu," ucap Ganjar diikuti ribuan pelajar lain.

Penempelan stiker itu merupakan bagian dari acara peringatan Hari Antikorupsi 2019. Acara itu sendiri sangat tidak biasa karena Ganjar mengundang 3.000 pelajar untuk demo di depan Kantor Gubernur Jateng.

Sejak pukul 06.00 WIB,ribuan pelajar SMA dan SMK sudah berkumpul di Simpanglima. Mereka kemudian bergerak menuju kantor gubernur. Sambil berjalan, mereka meneriakkan yel-yel anti korupsi dan mengangkat tinggi poster-poster berisi tuntutannya. Uniknya, poster yang dibawa para pelajar itu tidak seperti poster demo biasanya. Khas dengan generasi milenial, kalimat-kalimat unik seperti 'Jangan Makan Uangku, Makan Saja Mantanku', 'Cukup Atiku Sing Ambyar, Negoroku Ojo', 'Mending Ketemu Tikus Tanah, Dibanding Tikus Berdasi', dan lainnya, menghiasi poster-poster mereka.

Demo di tengah Car Free Day itu semakin meriah dengan adanya instalasi mosaik. Ribuan kertas warna warni ditempelkan para pelajar dan warga pada sembilan panel. Sebelumnya mereka menuliskan harapan, doa, kritik, dan dukungan untuk pemberantasan korupsi. Sembilan panel itu kemudian digabung membentuk gambar tikus dicoret.